Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

28 Februari 2012

Mlaku-mlaku @ IFW 2012

Berkesempatan juga ketemu mbak Niar lagi di Jakarta. Kebetulan off sabtu minggu n mbak niar juga libur. Sebenarnya ada satu tujuan lagi dateng ke Jkt, tapi karena mbk niar bisa pergi ke Jkt juga, jadi agak terkaburkan misi khususnya.. haha,, gpp deh, yang penting bisa have fun dulu. Biar gak terlalu kecewa kalau ternyata misi khususnya gagal. *menghibur diri

Saya berangakat dari batam jam 9 pagi, begitu juga mbak niar yang berangkat jam 9 dari Pontianak. Dan akhirnya kami bertemu di airport soetta kemudian langsung menuju pink house untuk meletakkan barang-barang. Dilanjutkan perjalanan ke tempat tujuan pertama. Our private dentist. Masih setia ya ama dokter Rika buat kontrol. Habis rasanya tanggung banget mau ganti dokter gigi karena sudah hampir 3 tahun. Tujuan ke dua, kami langsung menuju JCC, karena sedang ada pameran Indonesia fashion Week 2012. Kemudian kami lanjut ke Muse101 yang storenya ada di FX lantai 3 dan di lantai 4 nya juga sedang ada bazaar. bajunya lucu-lucu, tapi saya gak membeli apa-apa karena saya bingung kapan saya memakainya kalau saya membeli baju-baju itu. saya kan sekarang tinggal di pulau -_-











Kalau tentang misi khususnya, bisa dibilang berhasil atau enggak saya juga belum tahu. kemarin sih semua berjalan lancar-lancar saja, yang penting saya sudah berusaha berbuat yang terbaik. Kita lihat nanti hasilnya.



13 Februari 2012

Makan Murah Meriah

Location : Chu Yong, Selat Bintan desa Pengujan







7 Februari 2012

Farewell

Kemarin sore, saya dan rekan-rekan kerja mengadakan acara kumpul-kumpul dalam rangka perpisahan kapos kami sebelum beliau berangkat ke Jakarta. Seperti biasa acara makan kecil-kecilan ini diadakan di tempat favorit kami, di Idola Resto Pasar Oleh Oleh Lagoi..





















Selamat jalan pak Jaya. Selamat bertugas di tempat baru. Semoga sukses selalu


4 Februari 2012

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!, teriak CINTA Aduh! Maaf, CINTA!, kata kekayaan Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini. Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. Kegembiraan! Tolong aku!, teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!, teriak CINTA Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini, sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan. Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!, kata CINTA. Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja.., kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara. CINTA! Mari cepat naik ke perahuku! CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu.Yang tadi adalah WAKTU, kata penduduk itu. Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong tanya CINTA heran.

Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU

-- Copy Paste dari blognya kotak hitam dunia --