Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

28 Agustus 2012

Cerita Lebaran 2012

Lebaran kali ini memang berbeda dari lebaran-lebaran sebelumnya. Karena kali ini, untuk pertama kalinya keluarga saya mudik ke pulau Jawa. Walaupun saya hanya bisa menyusul di lebaran hari kedua, karena pada saat lebaran ini tidak diizinkan untuk cuti bekerja. hiks.. 

Pada hari kedua lebaran bertepatan dengan off day saya yang pertama, tanggal 20 Agustus jam 6 pagi saya memulai perjalanan mudik saya ke pangandaran dengan menggunakan bus umum Budiman tanpa AC selama 16 jam perjalanan. Fiuhhh,, kaya apa tuh rasanya. Apalagi waktu siang bolong harus melewati turunan nagrek yang macet gila. Dan pada sore harinya harus kembali bermacet-macetan di sepanjang jalan raya Malangbong. Ah begitu aja ngeluh, katanya sering backpackeran | Bukannya mau ngeluh, tapi kan ini judulnya lagi lebaran, harusnya gak perlu bersusah payah amat lah. Karena memang gak ada alternatif lain selain jalan darat yang memakan waktu cukup lama. Jadi untuk menempuh perjalanan ke tempat yang masih berada di Jawa Barat sama dengan perjalanan bolak-balik Jakarta-Dubai-Jakarta deh. Setelah 16 jam perjalanan, pukul 10 malam sampai juga saya di tempat tujuan.

Pada keesokan harinya saya baru bisa bersilaturahmi ke tempat sanak family, sekalian ikut keluarga saya pamit untuk kembali ke Jakarta. Ada enaknya juga mudik begini, jadi saya gak dihujani pertanyaan-pertanyaan "kapan nikah?" "kapan ngundang?" nyehehe.. :) Karena saudara-saudara yang di sana banyak saudara jauh, jadi memang gak tahu umur saya berapa. Kan fisik dan wajah saya menipu umur (sok awet muda). Sebelum kembali melakukan perjalanan pulang ke Jakarta, saya sempatkan dulu untuk ke kawasan pantainya. Tapi apa yang terjadi, ternyata di sepanjang jalan Kidang Pananjung tuh macetnya ampun-ampunan. Bikin gak enak buat jalan. Karena akhirnya kami jalan saja menuju ke pantai daripada harus berlama-lama di kendaraan. Dan ketika tiba di tepi pantainya, yang saya lihat justru bukan pantai, tapi kerumunan orang. Haduhh, apa yang dinikmati kalau begini  ceritanya. Akhirnya saya sendiri cuma mampir ke pinggir jalan tempat orang-orang berjualan. Membeli sebuah topi yang lutju banget. haha.. Ya,, semoga lain kali bisa ke sini lagi dan memang untuk menikmati pantai. Bukan malah berdesak-desakan. Sebenarnya ada satu tempat lagi yang ingin dikunjungi. yaitu Green Canyon. Namun waktu yang terbatas gak memungkinkan buat ke sana. Dan mungkin di sana juga ramai sekali sehingga gak bisa menikmati tempatnya.

Jam dua siang, saya dan keluarga memulai perjalanan pulang. Selama di perjalanan, sempat beberapa kali berhenti untuk sholat dan istirahat. Untuk perjalanan pulang ini, kami memilih jalur yang berbeda dari perjalanan kemarin. yaitu memilih jalur melewati kota Garut. Karena memang menghindari Malangbong, yang mendengar namanya saja langsung bikin pusing dan bikin kesal karena jalannya sempit dan macet. Sampai di Jakarta kira-kira pukul 8 pagi keesokan harinya. Masih sama sih, masih 16 jam perjalanan juga. tapi 16 jam kali ini memang santai sekali di perjalanan, banyak istirahat. Karena waktu itu belum arus balik, sehingga di jalan belum banyak bertemu macet. Sempat agak tersendat saja waktu berada di kota Garut. Akhirnya selesai juga perjalanan mudik saya yang cuma dua hari ini. Ternyata mudik bersama keluarga itu memang menyenangkan. Apalagi harus melewati tempat-tempat yang jarang sekali dilewati. Jadi pengen lagi. Apa kabar ya kalau besok-besok mudiknya ke Jombang Jawa Timur. Oh God, lebih jauh lagi tuh. dan harus melewati jalur Pantura. Tapi pasti akan banyak cerita selama di perjalanannya :)





11 Agustus 2012

Kangen Bulan, Kangen Bintang

Lagi iseng membuka-buka foto di handphone, tiba-tiba melihat gambar yang pernah dikirim Aga. Yup, gambar bulan purnama. Dulu rasanya selalu menantikan kedatangannya. Karena kehadirannya begitu berarti dalam menemani perjalanan menyusuri malam, melintasi hutan. Sering dibuat iri oleh bulan. Rasanya enak sekali menjadi bulan. Bisa melihat berbagai sisi di muka bumi ini. Dan ingin sekali bertanya kepada bulan apa kabar orang-orang terkasih di sana? Ceritakan kepadaku mereka sedang apa. Karena dirimu bisa melihat mereka dan berharap dirimu gak bersedih hati melihat keadaanku yang sangat rapuh. Bergeser sedikit darimu, aku melihat banyaknya bintang. Bertebaran di sekitarmu. Pikiran pun kembali melayang melihat susunan bintang, sambil mengingat-ingat pelajaran ipa tentang rasi bintang. Kalian merupakan perpaduan yang sempurna. Aku pun merasa begitu dekat dengan kalian. Seperti beberapa jengkal saja dari kepala. Tapi sekarang apa kabar kalian? Kalian sebenarnya ada tetapi seperti tidak ada. Kalian seperti menjauh, terkalahkan oleh benderangnya cahaya lampu. Ingin kembali merasakan kedekatan dengan kalian. Apa kabar bulan? Apa kabar bintang?


# Edisi Galau




9 Agustus 2012

BuBaran Genk




Alhamdulillah bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan genk gila ini. Tapi sayang, gak semuanya bisa datang karena yang lainnya sedang berada di luar Bandar Lampung. Waktu itu saja kebetulan saya sedang berada di Bandar Lampung, Wita pun sudah cuti untuk persiapan melahirkan, Hervi, Cuwi, Bundo, Memey & Yeyen juga bisa datang. Jadi sepakat deh kita adain acara buka bareng di Kolam Pemancingan Nusantara pada hari itu. Seperti biasa, kalo udah ketemu bisa full ketawa dari dateng sampe pulang. Yang dibahas makin malem makin ngaco dan yang paling ngangenin tuh kalo udah keluar semua logat lampungnya. Love you all Genk Langsung member. Genk paling eksis se-Akuntansi Unila 2004.