Kehamilan adalah sesuatu hal yang dinantikan banyak orang. Begitu juga saya, mengingat Askar sudah cukup rasanya jika mempunyai adik di umurnya yang nanti berusia 2 tahun. Apalagi tahun depan usia saya mulai menginjak kepala tiga. Namun kehamilan kali ini sungguh tidak terduga dan tidak terencana mengingat saya sedang dalam proses pengobatan kelenjar getah bening. Sabtu pagi kemarin saya mencoba mengetes urine saya dengan testpack dan positif ada 2 garis yang sangat jelas di sana. Kemudian saya memberi tahu suami akan hal itu, kami berdua pun kaget dan saya langsung menelpon rumah sakit dan mendaftar ke dokter kandungan untuk konsultasi tentang hal ini. Sesampainya di dokter kandungan, saya tetap dianjurkan untuk melanjutkan kehamilan saya. Agak kaget juga, karena saya dan suami berpikir kalau dokter tidak memperbolehkan untuk melanjutkan kehamilan ini. Menurutnya banyak kok orang yang terkena penyakit seperti saya dan tetap melanjutkan kehamilannya dan bayinya sehat-sehat saja. Haduh jadi tambah galau deh, satu sisi saya ingin hamil tapi di sisi lain saya takut terjadi sesuatu yang berbahaya pada bayinya. Belum lagi saya pernah dirontgen paru-paru 3 minggu sebelumnya. Jadi tambah khawatir. Dan menurut dokter kandungan saya, ia tidak mempunyai alasan kebidanan yang cukup kuat jika janin harus dikeluarkan karena pada saat di usg keadaan janin baik-baik saja, letaknya bagus dan bentuknya juga baik. Dia meminta rekomendasi dari dokter yg merawat penyakit tb kelenjar saya jika memang janin harus dikeluarkan. Besok sih saya berencana pergi ke dokter Meli untuk membicarakan hal ini. Kira-kira apa ya jawabannya? Semoga diberikan yang terbaik aja buat saya dan janin yang asa di rahin saya.
Islamic Widget
23 November 2015
19 November 2015
Positif TB Kelenjar
Setelah penantian selama satu minggu setelah melakukan fnab (fine needle aspiration biopsy atau biopsi jarum halus) akhirnya keluar juga jawaban atas penasaran saya selama ini. Positif saya menderita penyakit tb kelenjar. Sekitar satu bulan yang lalu tiba-tiba muncul benjolan di atas tulang selangka saya. Saya pikir itu muncul karena saya salah tidur karena ada rasa pegal-pegal juga di bagian itu. Tapi makin lama kok makin jelas benjolannya dan saat diraba rasanya nggak hanya satu benjolan saja. Dua minggu kemudian saya baru memeriksakan ke dokter penyakit dalam dan dirujuk olehnya untuk foto rontgen dan usg. Sebenarnya dari awal dia sudah menyarankan untuk biopsi. Tapi saya masih takut karena katanya kalau ternyata selnya berbahaya saat dibiopsi akan pecah dan menyebar kemana-mana. Hasil foto rontgen saya baik-baik saja. Tidak terdapat keanehan pada paru-paru saya. Dan saat diUSG, ternyata terlihat benjolan yang ukurannya lebih dari 1 cm sebanyak 5 buah. Duh, banyak banget ya.. Tetapi yang bikin agak melegakan hati, menurut hasil usg, 90% kemungkinan itu bukan sel kanker tetapi infeksi. Walaupun belum bisa diketahui infeksi itu darimana. Oleh dokter penyakit dalam saya diberi obat-obatan untuk mengempeskan benjolan. Namun setelah obatnya habis ternyata masih belum sembuh juga. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta rujukannya untuk dibiopsi jarum halus, itupun katena sudah meminta pendpt banyak orang. Dibiopsi jarum halus ternyata tidak sakit seperti disuntik, karena jarumnya memang tipis sekali. Mungkin ukurannya hanya beberapa helai rambut. Dan mulai hari ini setelah saya melaporkan lagi hasil biopsi kemarin, fix saya harus rutin minum obat TBC selama kurang lebih 9 bulan tanpa putus seharipun sampai saya sembuh. Mudah-mudahan efek obatnya nggak sampai membuat saya memiliki penyakit lain ya. Dan yang terpenting orang-orang di sekitar saya nggak akan tertular oleh penyakit yang saya derita. Oiya, saran saya jika memang ada benjolan yang kira-kira dalam waktu satu bulan belum hilang, cepat konsultasikan ke dokter dan jika dokter meminta untuk dibiopsi, ya dijalani saja. Karena fnab sendiri pasti dilakukan oleh dokter ahli patologi anatomi yang sudah berpengalaman. Daripada harus banyak mikir dan akhirnya membuang waktu dan uang untuk tes-tes lain yang ujung-ujungnya memang harus dibiopsi juga.
4 November 2015
Menyapih Askar
Sedih rasanya harus memulai menyapih askar dimana Askar masih berumur 16 bulan. Masih 8 bulan lagi hak Askar buat nenen. Apalagi kalo inget Askar hobi banget nenen bundanya. Bunda sebenernya masih pengen banget nenenin Askar. Seneng liat Askar ngerengek-rengek manja, ngeliat binar mata Askar klo mau mimik, tapi mau gimana lagi sayang, bunda sekarang lagi minum obat buat ngobatin kelenjar getah bening yang lagi bengkak. Nggak tega rasanya liat Askar nangis jerit-jerit minta mimik malem-malem karena nggak mau minum pake dot. Baru dua hari juga bunda udah kangen nenenin Askar. Sampe ayah aja ketawa dan bilang bunda lebai karena bunda sedih dan nangis karena nggak nenenin Askar. Ya kita liat nanti ya sayang, mudah-mudahan bunda cepet sehat. Tapi pasti nanti Askar dah terbiasa nggak mimik bunda lagi, nggak dibolehin lagi mimik ama ayah dan orang-orang di rumah mumpung Askar dah bisa disapih. Soalnya semua sudah membayangkan pasti susah banget buat menyapih Askar untuk kedua kalinya.
Lokasi:
Tangerang Tangerang
7 Juli 2015
Askar's Birthday
Nggak kerasa anak bunda Askar Ghaisan Elfatih sekarang udah berumur 1 tahun. Di umur yang sudah genap 12 bulan ini, Askar sudah makin pintar. Sudah mulai mengerti kata-kata yang kita ucapkan. Disuruh ambil sepatu, dia langsung mencari di kolong kursi tempat sepatunya biasa diletakkan. Sejak sebulan lalu, Askar juga sudah mulai bisa berjalan. Semoga Askar selalu diberi kesehatan oleh Allah, semakin bertambah pintar, menjadi anak yang soleh dan berbakti pada ayah dan bunda. Love you sayang.. 😘😘
21 Januari 2015
Wah.. sudah setengah tahun saja blog ini nggak pernah diupdate, karena sibuk mengurus bayi dan mulai masuk bekerja. Dua puluh empat jam sehari rasanya masih kurang untuk menjalani hari-hari. Bayangkan saja, dari bangun tidur langsung siap-siap bekerja kemudian berangkat pukul 6.15 pagi dan kembali ke rumah pukul 17.30. Fufu,, setengah harian sendiri ninggalin Askar di rumah. Dilema banget sebenernya. Tapi kalau nggak kerja lagi nanti kalau anak-anak sudah mulai besar saya pasti bosan kalau hanya tinggal di rumah dan nggak beraktifitas. Ya bersyukurnya Askar di rumah juga dititip kepada kakek dan neneknya jadi nggak terlalu khawatir jika ditinggal-tinggal. Askar sendiri sekarang sudah 6,5 bulan. Alhamdulillah sudah bisa full ASI selama setengah tahun. Selama cuti bersalin saya berhasil mengumpulkan 90 botol stok ASI perah beku di kulkas. Lumayan banyak, tetapi setelah masuk bekerja saya hanya bisa pumping dan mengumpulkan maksimal 3 botol selama di kantor dan 2 botol selama di rumah. Alhasil, makin lama stok ASI di kulkas makin sedikit bahkan saya pernah donor ASI waktu akan pergi tugas on board karena stok ASI pada saat itu tinggal 13 botol. Dan sampai hari ini, stok di kulkas tinggal 4 botol. Hikss sedihnya, sehingga saya sudah mempersiapkan susu formula sebagai tambahan ASI. Yasudahlah, yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Askar. Karena memang, akhir-akhir ini saya merasakan produksi ASI semakin seret saja. Banyak faktor sih yang mempengaruhi mungkin karena pekerjaan dan faktor stress di jalan.
Perkembangan Askar sendiri sudah sangat pesat. Dari bayi yang hanya bisa menangis, sekarang Askar sudah bisa diajak bercanda dan makin ganteng aja pastinya. hehe..
Foto-foto di atas adalah sedikit foto dari ratusan foto dan video yang ada di handphone. Askar saat ini sudah mulai banyak aksinya, dari jerit-jerit, melompat-lompat kalau dipegang, sampai ngesot. Pokoknya tiap hari ada aja kebisaan barunya yang bikin gemes dan bikin kangen kalo lagi jauh ama Askar. Semoga anak ayah dan bunda ini selalu diberikan kesehatan, bertambah kepintarannya, dan selalu menyenangkan orang-orang disekelilingnya. I love U anak bunda..
Langganan:
Postingan (Atom)

