Kehamilan adalah sesuatu hal yang dinantikan banyak orang. Begitu juga saya, mengingat Askar sudah cukup rasanya jika mempunyai adik di umurnya yang nanti berusia 2 tahun. Apalagi tahun depan usia saya mulai menginjak kepala tiga. Namun kehamilan kali ini sungguh tidak terduga dan tidak terencana mengingat saya sedang dalam proses pengobatan kelenjar getah bening. Sabtu pagi kemarin saya mencoba mengetes urine saya dengan testpack dan positif ada 2 garis yang sangat jelas di sana. Kemudian saya memberi tahu suami akan hal itu, kami berdua pun kaget dan saya langsung menelpon rumah sakit dan mendaftar ke dokter kandungan untuk konsultasi tentang hal ini. Sesampainya di dokter kandungan, saya tetap dianjurkan untuk melanjutkan kehamilan saya. Agak kaget juga, karena saya dan suami berpikir kalau dokter tidak memperbolehkan untuk melanjutkan kehamilan ini. Menurutnya banyak kok orang yang terkena penyakit seperti saya dan tetap melanjutkan kehamilannya dan bayinya sehat-sehat saja. Haduh jadi tambah galau deh, satu sisi saya ingin hamil tapi di sisi lain saya takut terjadi sesuatu yang berbahaya pada bayinya. Belum lagi saya pernah dirontgen paru-paru 3 minggu sebelumnya. Jadi tambah khawatir. Dan menurut dokter kandungan saya, ia tidak mempunyai alasan kebidanan yang cukup kuat jika janin harus dikeluarkan karena pada saat di usg keadaan janin baik-baik saja, letaknya bagus dan bentuknya juga baik. Dia meminta rekomendasi dari dokter yg merawat penyakit tb kelenjar saya jika memang janin harus dikeluarkan. Besok sih saya berencana pergi ke dokter Meli untuk membicarakan hal ini. Kira-kira apa ya jawabannya? Semoga diberikan yang terbaik aja buat saya dan janin yang asa di rahin saya.
0 komentar:
Posting Komentar