Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

23 November 2015

Hamil Lagi

Kehamilan adalah sesuatu hal yang dinantikan banyak orang. Begitu juga saya, mengingat Askar sudah cukup rasanya jika mempunyai adik di umurnya yang nanti berusia 2 tahun. Apalagi tahun depan usia saya mulai menginjak kepala tiga. Namun kehamilan kali ini sungguh tidak terduga dan tidak terencana mengingat saya sedang dalam proses pengobatan kelenjar getah bening. Sabtu pagi kemarin saya mencoba mengetes urine saya dengan testpack dan positif ada 2 garis yang sangat jelas di sana. Kemudian saya memberi tahu suami akan hal itu, kami berdua pun kaget dan saya langsung menelpon rumah sakit dan mendaftar ke dokter kandungan untuk konsultasi tentang hal ini. Sesampainya di dokter kandungan, saya tetap dianjurkan untuk melanjutkan kehamilan saya. Agak kaget juga, karena saya dan suami berpikir kalau dokter tidak memperbolehkan untuk melanjutkan kehamilan ini. Menurutnya banyak kok orang yang terkena penyakit seperti saya dan tetap melanjutkan kehamilannya dan bayinya sehat-sehat saja. Haduh jadi tambah galau deh, satu sisi saya ingin hamil tapi di sisi lain saya takut terjadi sesuatu yang berbahaya pada bayinya. Belum lagi saya pernah dirontgen paru-paru 3 minggu sebelumnya. Jadi tambah khawatir. Dan menurut dokter kandungan saya, ia tidak mempunyai alasan kebidanan yang cukup kuat jika janin harus dikeluarkan karena pada saat di usg keadaan janin baik-baik saja, letaknya bagus dan bentuknya juga baik. Dia meminta rekomendasi dari dokter yg merawat penyakit tb kelenjar saya jika memang janin harus dikeluarkan. Besok sih saya berencana pergi ke dokter Meli untuk membicarakan hal ini. Kira-kira apa ya jawabannya? Semoga diberikan yang terbaik aja buat saya dan janin yang asa di rahin saya.

19 November 2015

Positif TB Kelenjar

Setelah penantian selama satu minggu setelah melakukan fnab (fine needle aspiration biopsy atau biopsi jarum halus) akhirnya keluar juga jawaban atas penasaran saya selama ini. Positif saya menderita penyakit tb kelenjar. Sekitar satu bulan yang lalu tiba-tiba muncul benjolan di atas tulang selangka saya. Saya pikir itu muncul karena saya salah tidur karena ada rasa pegal-pegal juga di bagian itu. Tapi makin lama kok makin jelas benjolannya dan saat diraba rasanya nggak hanya satu benjolan saja. Dua minggu kemudian saya baru memeriksakan ke dokter penyakit dalam dan dirujuk olehnya untuk foto rontgen dan usg. Sebenarnya dari awal dia sudah menyarankan untuk biopsi. Tapi saya masih takut karena katanya kalau ternyata selnya berbahaya saat dibiopsi akan pecah dan menyebar kemana-mana. Hasil foto rontgen saya baik-baik saja. Tidak terdapat keanehan pada paru-paru saya. Dan saat diUSG, ternyata terlihat benjolan yang ukurannya lebih dari 1 cm sebanyak 5 buah. Duh, banyak banget ya.. Tetapi yang bikin agak melegakan hati, menurut hasil usg, 90% kemungkinan itu bukan sel kanker tetapi infeksi. Walaupun belum bisa diketahui infeksi itu darimana. Oleh dokter penyakit dalam saya diberi obat-obatan untuk mengempeskan benjolan. Namun setelah obatnya habis ternyata masih belum sembuh juga. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta rujukannya untuk dibiopsi jarum halus, itupun katena sudah meminta pendpt banyak orang. Dibiopsi jarum halus ternyata tidak sakit seperti disuntik, karena jarumnya memang tipis sekali. Mungkin ukurannya hanya beberapa helai rambut. Dan mulai hari ini setelah saya melaporkan lagi hasil biopsi kemarin, fix saya harus rutin minum obat TBC selama kurang lebih 9 bulan tanpa putus seharipun sampai saya sembuh. Mudah-mudahan efek obatnya nggak sampai membuat saya memiliki penyakit lain ya. Dan yang terpenting orang-orang di sekitar saya nggak akan tertular oleh penyakit yang saya derita. Oiya, saran saya jika memang ada benjolan yang kira-kira dalam waktu satu bulan belum hilang, cepat konsultasikan ke dokter dan jika dokter meminta untuk dibiopsi, ya dijalani saja. Karena fnab sendiri pasti dilakukan oleh dokter ahli patologi anatomi yang sudah berpengalaman. Daripada harus banyak mikir dan akhirnya membuang waktu dan uang untuk tes-tes lain yang ujung-ujungnya memang harus dibiopsi juga.




4 November 2015

Menyapih Askar

Sedih rasanya harus memulai menyapih askar dimana Askar masih berumur 16 bulan. Masih 8 bulan lagi hak Askar buat nenen. Apalagi kalo inget Askar hobi banget nenen bundanya. Bunda sebenernya masih pengen banget nenenin Askar. Seneng liat Askar  ngerengek-rengek manja, ngeliat binar mata Askar klo mau mimik, tapi mau gimana lagi sayang, bunda sekarang lagi minum obat buat ngobatin kelenjar getah bening yang lagi bengkak. Nggak tega rasanya liat Askar nangis jerit-jerit minta mimik malem-malem karena nggak mau minum pake dot. Baru dua hari juga bunda udah kangen nenenin Askar. Sampe ayah aja ketawa dan bilang bunda lebai karena bunda sedih dan nangis karena nggak nenenin Askar. Ya kita liat nanti ya sayang, mudah-mudahan bunda cepet sehat. Tapi pasti nanti Askar dah terbiasa nggak mimik bunda lagi, nggak dibolehin lagi mimik ama ayah dan orang-orang di rumah mumpung Askar dah bisa disapih. Soalnya semua sudah membayangkan pasti susah banget buat menyapih Askar untuk kedua kalinya.