Suddenly kangen banget baca komik miiko. Entah deh tuh komik ada berapa and sekarang udah di siapa-siapa saja. Dulu waktu SMA masih berpikir, gimana sih bisa jatuh cinta sama yang namanya komik. Kok susah banget. Gak ada komik yang bisa membuat saya ingin terus-terusan membacanya. Apalagi untuk membelinya. Sampai waktu itu, waktu SMA kelas 3, saya meminjam sebuah komik hai, Miiko nomor 7 karena gambarnya lucu. Dan waktu membacanya emang menarik sekali ceritanya. Pada akhirnya saya juga ikut membeli komik Hai Miiko nomor 7 itu, padahal saya sudah membacanya sampai habis. sejak saat itu, saya bisa dibilang rajin membeli komik. Yang paling seru tuh kalo pas lagi beli "edisi kumpulan cerita menarik Miiko". Sumpah deh, lucu-lucu banget ceritanya. paling banyak menceritakan tentang pertemanan Miiko dan Tappei. Miiko yang lugu dan tappei yang sok cool banget. hihi... Sampai-sampai waktu kuliah, saya berhasil meracuni banyak orang untuk suka membaca komik ini. Malahan orang-orang yang saya racuni ini akhirnya lebih miiko addict. wkwk...
Islamic Widget
22 Januari 2012
21 Januari 2012
"dia" by maliq D'essentials
Gak bermaksud apa-apa dan gak ada hubungannya ama siapa-siapa sih. cuma pengen share aja ke blog. suka ama kata-kata di liriknya yang bunyinya begini :
Dia seperti apa yang selalu ku nantikan aku inginkan
Dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna
Dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa kupercayakan cinta
Hingga dia di sini memberi cintaku harapan
#just saying
#no mention
15 Januari 2012
Launching Of Hijabers Batam
I attended the Launching of Hijabers Batam in Harris Hotel Batam. Ina Rovi (singer) and Dian Pelangi (fashion designer) as special guest yesterday.
With the establishment of Hijabers Batam, we hope muslimah in Riau Archipelago can communicate each other, build cooperation, creativity, hospitality according to Islamic syari'a.
" Be Proud of Your Muslimah Identity"
4 Januari 2012
First Post of The Year
Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, bahwa pada tanggal 1 Januari saya akan pergi ke Tanjung Balai Karimun. Sudah lama sekali saya berniat untuk pergi ke sana, dan memang kondisinya tepat sekali, karena teman saya yang suku Batak merayakan tahun barunya mudik ke rumah orang tuanya di Tanjung Balai Karimun. Jadi saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke sana sendirian.
Saya berangkat dari pelabuhan Tanjung Uban menuju Pelabuhan Telaga Punggur, dan melanjutkan perjalanan menggunakan taxi menuju pelabuhan domestik Sekupang untuk kembali menyebrangi lautan menuju Pelabuhan Tanjung Balai Karimun (jadi ceritanya dua kali nyebrang laut). Di pelabuhan Sekupang, saya membeli tiket kapal Miko Natalia seharga Rp. 70.000 untuk sekali jalan yang berangkat pukul 13.15 di konter ticketing. Sama seperti di Pelabuhan Punggur, ramai sekali orang yang menawarkan tiket sambil berteriak-teriak (Indonesia banget). Kapal Miko Natalia yang akan saya tumpangi bermuatan banyak, mungkin bisa sampai 300 orang. dan pada saat itu kapal memang benar-benar full muatannya, bahkan ada yang berdiri untuk menempuh perjalanan.
Perjalanan ditempuh selama kira-kira satu jam lima belas menit menyebrangi lautan. Ombak dirasakan agak kencang pada saat itu. Maklum, musim angin utara. Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, saya dijemput teman-teman saya yang rumahnya akan saya singgahi.
Setelah tiba di rumah mereka, seperti halnya suasana lebaran, banyak sekali makanan, kue-kue dan orang yang berkunjung ke rumah teman saya. Karena biasanya orang Batak merayakan Natal dan tahun baru pada saat tahun barunya. Pada sore hari kami berjalan-jalan mengelilingi kota Tanjung Balai Karimun. Kotanya mirip seperti kota Tanjung Pinang, namun jalan-jalan di kota ini tidak terlalu lebar. Bahkan ada tempat yang namanya Pantai Glori yang mirip sekali dengan Taman Fisabillah Kota Tanjung Pinang. Kata teman saya sih, tempat itu baru dibuat, mungkin baru sekitar 2 tahunan pembangunannya, di situ banyak arena permainan untuk anak-anak, pedagang di pinggir pantai dan panggung rakyat yang digunakan untuk pagelaran-pagelaran. kami pun menikmati senja di tempat itu.
Keesokan paginya, saya kembali diajak keliling-keliling Tanjung Balai Karimun dan lebih masuk ke pedalamannya, ke Pantai Pongkar dan air terjun. Namun air terjunnya sudah tidak begitu deras. Kemudian pada siang harinya, pukul dua belas siang saya bersiap-siap untuk pulang. Kembali menyebrangi dua lautan untuk sampai ke Tanjung Uban. Dan gak lupa mengucapkan terima kasih untuk Sianipar family ^^
Lokasi:
Lagoi, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)







