Tiga bulan ini saya menikmati masa cuti dengan menjadi ibu rumah tangga dengan dua anak. Alhamdulillah, setelah operasi caesar sebulan yang lalu sampai saat ini saya tidak merasakan nyeri di bekas operasi seperti waktu operasi yang pertama. Sebelumnya saya sudah membayangkan betapa bakal susahnya menjalani hari-hari setelah operasi karena rasa nyeri di bagian luka. Tapi mengapa operasi kali ini sama sekali tidak berasa sakit ya. Sakit hanya seminggu pertama saja, setelahnya seperti tidak habis dioperasi.
Dan pasca melahirkan kali ini, saya tidak merasakan babyblues seperti dahulu. Tidak ada rasa campur aduk sedih, kesal seperti pertama kali melahirkan. Sebenarnya yang terpenting buat ibu yang baru melahirkan itu adalah dukungan, bukan tuntutan. Apalagi buat newly mom. Orang-orang sekitar seharusnya bisa menjaga perasaan ibu baru ini. Agar si ibu tidak mengalami babyblues. Misal kalau asi si ibu dikit, mohon jangan dijudge asinya sedikit. Sekarang siapa sih yang nggak mau asinya berlimpah. Namanya juga baru melahirkan, asi yang diproduksi juga masih sedikit, bayi juga belum banyak-banyak amat kok minumnya karena lambungnya juga masih kecil. Terkadang hal-hal yang sepertinya sepele buat orang, namun buat newly mom ini rasanya seperti dihujani kata-kata yang bisa bikin babyblues. Mungkin karena kali ini sudah berpengalaman jadi tidak kaget ya. Padahal selain mengurus bayi yang baru lahir, saya juga masih mengurusi Askar. Tetapi rasanya tidak terbebani malah menikmati. Dan alhamdulillah sekali si baby ini termasuk yang anteng, nggak rewel. Paling rewel kalau minta minum susu. Saat malam juga kalau menangis cukup dinenenin langsung diem. Agak berbeda dengan Askar dahulu. Dahulu, mata saya sampai sembab karena kurang tidur. Belum lagi waktu siang hari Askar maunya nenen terus nggak bisa dilepas. Selain ada tambahan family baru, di sumah juga ketambahan orang baru, yaitu asisten rumah tangga. Dalam tiga bulan saja saya sudah berganti asisten rumah tangga dua kali. Alesan si mbaknya pulang sih katanya anaknya nggak ada yang ngurusin karena uwaknya tempat si mbak nitip anaknya sakit stroke. yah, entah bener entah bohong sih. Cuma kesal saja karena katanya dia berjanji mau kembali kerja di rumah tapi nyatanya enggak. Trus yang kedua saya dapat embak lagi. yah kita lihat saja berapa lama bertahannya. Urusan asisten rumah tangga ini emang gampang-gampang susah sih. Ibu-ibu di kantor saja masalahnya nggak jauh-jauh dari masalah embaknya pulang. huftt...