Bulan terakhir di tahun ini akhirnya tiba. Sesuai jadwal, pada tanggal 11 kemarin saya harus kontrol ke dokter kandungan. Dengan diantar oleh ibu mertua, saya pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungan saya yang berusia 9 minggu 3 hari. Waktu di usg si janin ternyata udah bisa lincah bergerak. lucunya.. Kaya kesenengan lagi diintipin. hehe.. kepala, tangan dan kakinya juga sudah mulai terlihat. Waktu itu panjangnya kira-kira sudah 2,5 cm. Alhamdulillah hasil usg baik-baik saja. Namun setelah melihat hasil pemeriksaan darah 1 bulan sebelumnya, ternyata igG anti tokso saya tinggi sekali, mencapai 1148. Tapi alhamdulillahnya igM anti toksonya negatif. Artinya, sekarang saya tidak terinfeksi virus toksoplasma, tapi tetap khawatir juga karena igG nya tinggi sekali, artinya dahulu saya pernah terinfeksi virus itu, dan kekebalannya sudah tinggi sekali sehingga dokter memberikan obat sypiramicyn dan isprinol agar igG anti toksonya bisa turun. Hiks sempet stress juga sih kemarin-kemarin. browsing sana sini tentang toksoplasma. Kalo dipikir-pikir kok saya bisa kena yaa. Saya kan nggak memelihara kucing, gak suka makanan mentah-mentah kaya sushi, sashimi, lalapan. Tapi kok bisa kena ya. Ya mudah-mudahan hasil tes darah bulan depan sudah menunjukkan penurunan igG anti toksonya. Sekalian akan memeriksakan aviditasnya, jadi bisa tau waktu perkiraan virus tokso itu menyerang saya. Semoga si baby di perut baek-baek aja. Alhamdulillah, saya hampir berakhirnya trimester pertama ini, saya gak menunjukkan tanda-tanda mual yang hebat. Paling hanya mual ketika saya lapar, itu aja rasanya udah nggak enak bgt. Gimana yang morning sickness ya.. Nafsu makan juga jalan terus, klo mual harus diganjel ama makanan. Baby di perut kayanya hobi makan. hehe.. Jadi nggak sabar buat ngintipin lagi bulan depan. hihi..
Islamic Widget
27 Desember 2013
Trimester Pertama Terlewati
22 November 2013
Saya Hamil !!!
Postingan yang telat banget nih. Kurang lebih 2 minggu yang lalu saya iseng mengetest urine saya menggunakan testpack. Dan agak kaget waktu melihat hasilnya ada dua garis yang muncul. Campur-campur rasanya waktu itu antara ragu, senang dan sedih. Ragu karena 2 minggu sebelum saya berangkat on board ke Korea, saya sempat mengetestnya juga dengan testpack dan hasilnya hanya ada satu garis. Senang juga karena apa iya saya hamil, kok cepet banget ya, trus ada juga perasaan sedih karena saya nggak mungkin berangkat on board lagi ke Korea, gak bisa nengokin suami deh. Setelah cerita kepada suami tentang ini, saya kemudian membeli dua testpack lagi dengan merk yang berbeda. Dan hasilnya ternyata sama. Muncul dua garis yang mengindikasikan kalo saya hamil.
Keesokan harinya saya baru pergi ke dokter untuk memeriksanya. Duh deg-degan juga rasanya waktu menunggu diperiksa. Dan setelah masuk ke ruangan dr. Inneke, saya di usg dan hasilnya ternyata benar kalau saya hamil 4 minggu. Alhamdulillah..
14 November 2013
Akhirnya.. Jeju Island !!
Hari yang special. Hari Sabtu tanggal 12 Oktober adalah hari ulang tahun suami tercinta, kami merayakan ulang tahun secara sederhana di rumah. Happy Birthday abang.. I love you.. All the best for you
| muka bangun tidur (mohon diabaikan) |
Sesuai rencana, pada hari itu kami akan berangkat ke pulau Jeju. Pada pukul 11, kami berangkat meninggalkan rumah menuju Gimpo International Airport karena pesawat Jin Air yang menuju ke Pulau Jeju akan berangkat pukul setengah 2 siang. Walaupun budget airline, pesawat Jin Air ini berangkatnya ontime loh. Gak kaya di Indonesia. hehe.. Jam setengah 2 siang kami lepas landas. Perjalanan dari Bandara Gimpo menuju Bandara Jeju memakan waktu selama 1 jam perjalanan. Sesampainya di bandara Jeju, sesuai hasil browsing dari hari-hari sebelumnya, kami harus naik bus #600 untuk menuju ke tempat penginapan kami Olleyo Resort di daerah Seogwipo di bagian selatan Pulau Jeju. Perjalanan dari bandara Jeju menuju penginapan kami memakan waktu kira-kira 1 jam. Jauh memang, tapi Seogwipo memang tempat yang bagus untuk menginap karena banyak objek wisata yang bagus di sekitarnya. Olleyo Resort sendiri terletak di dekat pantai. Sehingga pemandangan yang kami lihat dari kamar adalah view lautan.
![]() |
| Sunrise yang terlihat dari kamar kami |
Hari pertama kami di Pulau Jeju hanya dihabiskan untuk keluar makan malam di Food Street kota Seogwipo, karena kami sampai di penginapan sudah terlalu sore. Selain itu kami juga masih memikirkan transportasi buat perjalanan besok, karena bus umum di sana jarang ada. Kami mencoba menelpon rental mobil harian yang direkomendasikan oleh resepsionis hotel namun teleponnya tidak diangkat. Mungkin karena sudah di luar jam kerja. Selain itu, kami juga melihat-lihat brosur rental mobil yang ada di hotel. Ada rental mobil selama 8 jam dengan biaya 150.000 KRW. Cukup mahal memang. Akhirnya kami putuskan bahwa besok kami akan naik bis umum saja dari terminal Seogwipo menuju ke bagian timur Pulau Jeju.
Keesokan harinya, kami memesan taksi melalui resepsionis hotel untuk menuju ke terminal bus Seogwipo. Dalam perjalanan dari hotel menuju ke terminal bus, suami mengobrol dengan supir taksi yang sudah cukup tua itu. Di dalam obrolannnya, si supir menawarkan kami untuk berangkat menuju bagian timur Pulau Jeju menggunakan taksinya. Harga yang ditawarkan oleh si supir pada awalnya sebesar 150.000 KRW sama seperti yang ditawarkan di brosur tadi. Namun setelah dinego oleh suami akhirnya dia sepakat dengan biaya 120.000 KRW sampai sore. Alhamdulillah.. rezeki ini namanya. Di perjalanan, bapak supir ini sudah layaknya seorang tour guide mengajak kami masuk ke tempat-tempat wisata di sekitaran Seogwipo tanpa kami minta. Dia juga selalu mengantar kami ke tempat pembelian tiket dan memoto kami.
Tempat pemberhentian pertama yaitu Oeldolgae, tempat syutingnya Drama Korea Jewel in the palace dengan pemeran utama bernama Dae Jang Geum yang menceritakan koki di istana yang kemudian menjadi tabib. Drama ini diputar di Indonesia mungkin sekitar tahun 2005an pada saat saya masih kuliah. Untuk masuk ke dalamnya, tidak dikenai tiket masuk. Sesampai di sana, rasanya takjub sekali. Pemandangannya indah dengan angin yang sepoi-sepoi. Langsung deh kami berfoto ria.
Perjalanan kami selanjutnya yaitu menuju air terjun cheonjiyeon. Letaknya tidak terlalu jauh dari terminal bus Seogwipo. Harga tiket masuk per orangnya sebesar 2000 KRW.
Salah satu foto di atas, saya dan suami berfoto di depan patung halabong, maskot pulau Jeju. Atas arahan bapak supir, katanya kalau mau punya anak laki-laki kami disuruh memegang hidung patung itu, kalau ingin anak perempuan memegang telinga patung. Haha,, ada-ada saja. Setelah dihitung-hitung pada saat ke pulau jeju ternyata saya sudah hamil 1 minggu lho. We will see deh laki-laki atau perempuan nanti anaknya. hehe..
Setelah meninggalkan tempat ini, kami melanjutkan perjalanan ke Jeongbang falls. Masih sama-sama air terjun juga, namun di tempat ini tebingnya berada di pinggi pantai. Sehingga aliran airnya langsung menuju ke laut. Selain itu, ada yang unik dari air terjun ini, yaitu terdapat pelangi di dasar airnya. Hal ini terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh butiran air.
Setelah puas menikmati tempat ini, kami kembali ke parkiran dengan menaiki anak tangga. Ngos-ngosan deh.. Kemudian bapak supir kembali mengajak kami ke sebuah tempat rekreasi bernama Hyodoncheon, tetapi kami hanya turun untuk melihat orang-orang yang sedang menikmati permainan air, tidak ikut bermain di sana.
Setelah kembali ke taxi, kami memulai perjalanan yang cukup lama untuk sampai ke bagian timur pulau Jeju. Sempat lah kami tertidur pulas hingga sampai ke tempat tujuan. Tujuan selanjutnya yaitu ke padang rumput di Seopjikoji. Di sini terdapat bangunan tempat syuting drama korea All in house. Saya sendiri tidak terlalu tau tentang drama itu. Pemandangan di sana indah sekali dengan angin yang lumayan kencang. Dari tempat ini, kita juga sudah bisa melihat gunung Seongsan Ilchulbong secara jelas.
Setelah puas menikmati tempat itu, kami kembali ke taxi dan menuju tempat tujuan akhir kami yaitu Seongsan Ilchulbong. Namun sebelum mendaki, kami beristirahat dan makan siang terlebih dahulu di sana. Pendakian untuk sampai ke puncaknya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Banyak sudut pandang yang bagus yang rasanya sayang jika tidak diabadikan.
Sesampai di puncaknya, kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan untuk turun gunung. Perjalanan turun dari puncak hanya memakan waktu setengah jam saja. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang ke hotel. Sebenarnya bapak supir masih mau mengantar kami ke Hallasan dan ke tempat lain seperti museum di daerah Seogwipo, tapi rasanya saat itu saya sudah sangat lelah sekali. Belum lagi pada malam harinya suami ada janji untuk bertemu temannya, sehingga kami akan keluar hotel lagi untuk makan malam di luar.
Keesokan harinya kami menuju Bandara untuk meninggalkan pulau Jeju pada pukul 11. Ah,, kapan lagi ya bisa kesini. Belum puas rasanya karena banyak tempat yang belum sempat dikunjungi. Ya mudah-mudahan saja bisa kembali ke sini bersama anak-anak kami..
Label:
Birthday,
Family,
Honeymoon,
Jeju Island,
My Diary,
My Wedding,
Traveling
16 Oktober 2013
Trip to Nami Island
Ini dia yang ditunggu-tunggu, perjalanan ke Nami Island tempat syuting drama Korea Winter Sonata. Kami berangkat dari rumah pukul 8 pagi menuju Jamsil Station dan keluar di exit 4. Tepat di depan Lotte Mart, bus yang menuju ke Nami Island sudah menunggu. Sehari sebelumnya suami saya sudah memesan paket bus dan tiket masuk ke Nami melalui telepon. Perjalanan dari Jamsil menuju Nami Island kurang lebih 1,5 jam. Setelah tiba di sana, kami turun bus dan menunjukkan tiket masuk kemudian mengantri naik ke kapal yang akan membawa kami ke Nami Island. Wow.. rame banget ya yang mengantri, tapi untungnya kapal datang kira-kira 10 menit sekali. Sehingga antrian tidak sampai membludak, Kapal yang menuju nami island ini dihias dengan bendera negara-negara di dunia. Perjalanan kapal menuju ke sana kurang lebih hanya 5 menit. Sesampainya di sana kami berkeliling-keling pulau. Namun sayang sekali daun-daun pepohonan di sana belum sepenuhnya menguning. Fyi, mushola juga tersedia di sana lho,letaknya kira-kira di tengah pulau, jadi kita gak perlu bingung jika akan melaksanakan sholat. Tempat yang disediakan juga cukup nyaman.
Mohon dimaafkan foto-foto narsis kami ya. Maklum, namanya juga lagi honeymoon :P. Kami meninggalkan Nami dan kembali naik kapal kira-kira pukul 3 sore. Karena bus yang akan mengangkut kami kembali ke Seoul akan berangkat pukul 4 sore.
Label:
Honeymoon,
Korea,
Love,
My Diary,
My Wedding,
Nami Island,
Traveling
10 Oktober 2013
Trip to Everland Resort
Hari Sabtu kemarin, sesuai rencana kami akan pergi ke Everland Resort. Perjalanan ditempuh hampir 2 jam dari tempat tinggal kami. Sebenarnya tempat ini tidak terlalu jauh, namun transportasi umum yang ada mengharuskan kami pergi ke pusat kota terlebih dahulu untuk sampai ke sana. Seperti biasa, dari halte dekat tempat tinggal kami di Dongtan kami naik bus M4403 menuju Gangnam. Dari Gangnam kami berhenti dan kemudian naik bus 5002 langsung menuju Everland Resort. Sesampainya di sana, kami membeli 2 tiket. Harga tiket sebenarnya sebesar 44.000 KRW per orang. Tapi untuk foreigner mendapat diskon sebesar 20% sehingga harga tiket menjadi 35.000 KRW dengan menunjukkan paspor dan suami saya mendapat diskon 50% karena diskon dari kartu kreditnya, sehingga harga tiketnya menjadi 22.000 KRW. Lumayan juga kan diskonnya.
![]() |
| Peta Everland Resort |
Di sana kami tidak terlalu banyak mencoba wahana permainan yang ada karena waktu tunggu untuk mengantri tiap wahananya bisa mencapai 1 jam. Wahana yang kami coba antara lain : cable car, sky way, arung jeram dan K-pop hologram. Wahana yang lain saya pikir mirip-mirip seperti yang ada di Dunia Fantasi Jakarta. Yang penting foto-fotonya ajah, karena banyak sekali spot yang bagus buat foto-foto di sana. qiqiqi...
Honeymoon Days
Hari Rabu tanggal 25 September 2013 bertepatan dengan ulang tahun saya, pada malam harinya saya dan suami bersiap untuk berangkat ke Korea Selatan. Excited sekali rasanya karena akan tinggal di sana selama 25 hari untuk menghabiskan sisa cuti nikah saya bersama suami. Kami berangkat pada pukul 10 malam dengan pesawat Korean Air dan tiba di Bandara Incheon Korea Selatan sekitar pukul 7 pagi waktu Korea. Setiba di sana, kami langsung naik bis menuju Hwaseong-si dan akan tinggal di Stay and Home Residence Suite yang dua minggu sebelumnya sudah dipesan oleh suami. Yup, di tempat inilah kami menghabiskan hari-hari kami bersama.
| taman di sekitar tempat tinggal |
Kegiatan saya selama di sini sambil menunggu suami pulang kerja antara lain memasak, mencuci, beres-beres rumah, berbelanja, menonton acara televisi yang saya tidak mengerti bahasanya, menyulam, blogging. Menyenangkan sekali rasanya menjadi ibu rumah tangga tanpa harus mengingat-ingat pekerjaan kantor. Dan ketika ada waktu senggang atau hari libur, saya dan suami berjalan-jalan keluar rumah antara lain ke Hanggang River, City Hall, Cheonggyecheon Stream.
![]() |
| @ Hanggang River |
![]() |
| @ Hangang River |
![]() |
| @Hangang River |
![]() |
| @ Cheonggyecheon Stream @ City Hall |
Langganan:
Postingan (Atom)

























