Cuti bulan September lalu, saya, anak-anak dan kedua mertua saya pergi ke Batam. Liburan ke Batam kali ini dalam rangka mengunjungi suami saya yang sekarang bekerja di Batam. Memang sih hampir tiap minggu suami pulang ke Jakarta. Namun kali ini bergantian kami yang mengunjunginya di sana.
Kami di sana menginap di Queen Victoria Apartemen yang letaknya di daerah Baloi. Apartemennya enak, semuanya lengkap namun letaknya agak jauh dari keramaian sehingga agak sulit juga jika ingin membeli sesuatu. Tapi tidak terlalu masalah sih karena suami juga ada kendaraan jadi kalau kepepet perlu sesuatu bisa keluar. Selain itu juga taxi online sudah masuk ke Batam, jadi kami bisa berkendara kemana saja dengan harga murah.
Kami di sana menginap di Queen Victoria Apartemen yang letaknya di daerah Baloi. Apartemennya enak, semuanya lengkap namun letaknya agak jauh dari keramaian sehingga agak sulit juga jika ingin membeli sesuatu. Tapi tidak terlalu masalah sih karena suami juga ada kendaraan jadi kalau kepepet perlu sesuatu bisa keluar. Selain itu juga taxi online sudah masuk ke Batam, jadi kami bisa berkendara kemana saja dengan harga murah.
Di hari pertama kami jalan-jalan di Batam, kami menuju Nongsa. Tapi pantai yang dibuka untuk umum di sana kurang bagus, entah kalau pantai yang berada di dalam resort karena kami tidak bisa masuk ke dalamnya. Kemudian kami makan siang di daerah Tanjung Piayu. Perjalanan ke sana cukup jauh namun karena di jalan juga tidak terlalu banyak kendaraan sehingga kami cepat sampai ke sana. Tempatnya enak berada di atas pantai, makanan yang disajikan juga enak dan murah. Bayangkan saja, menu yang kami pesan kami bayar sebesar 450.000 rupiah. Itu pun masih kami bawa pulang karena memang porsinya besar. Lumayan buat makan malam harinya.
Hari kedua kami jalan-jalan di Batam, kami bemutari kota Batam dan mampir ke Mega Mall sambil menunggu suami dan bapak mertua saya sholat Jumat. Setelah itu kami makan di Martabak Har di daerah Nagoya dan mampir ke Masjid Agung Batam di daerah Batam Center untuk sholat Dzuhur sekaligus menunggu azan ashar. Disana kami transit lumayan lama, sambil ngadem dan melihat Askar dan Izan berlarian bebas di area luar masjid.
Hari ketiga di Batam, saya dan suami memutuskan untuk menyebrang ke pulau Bintan. Jujur saja daripada menyebrang ke Singapura, saya lebih memilih ke Pulau Bintan tempat saya pernah tinggal. Agar suami dan anak-anak saya tahu dan pernah merasakan keberadaan saya di sana dahulu. Kami berangkat pagi dari apartemen, sampai di Pelabuhan Telaga Punggur kira-kira jam delapan lewat, jadi kami harus menunggu kapal yang berangkat jam setengah sembilan. Rasanya deg-degan mau naik kapalnya, sudah lama nggak merasakan naik kapal kecil yang dulu rutin saya naiki kalau mau ke Batam. deg-degan takut anginnya kencang. Tapi alhamdulillah sepertinya belum memasuki musim angin utara, jadi angin belum terasa kencang dan kapal berlayar dengan tenang. Sesampainya di pelabuhan bulang linggi tanjung uban, kami merental mobil yang sudah kami pesan pada malam harinya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Lagoi. Di Lagoi, tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pelabuhan Bandar Bentan Telani. Di sana saya menjemput teman yang akan menemani tour seharian ini. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Treasure Bay. Kolam renang yang besar sekali seperti lautan.
Di sana kami masuk sebentar saja, karena tidak tahan dengan teriknya panas matahari. Sebenarnya saya penasaran saja dengan tempat ini, karena waktu saya tinggal di sana tempat ini belum selesai dibangun. Pemberhentian kedua, kami masuk ke kawasan Lagoi Bay. Ya, tempat ini juga belum selesai dibangun waktu saya masih di sana. Pantainya lumayan bersih dan gratis. Banyak resort baru di dalamnya. Kami di sini juga cuma sebentar, lagi -lagi karena cuaca panas. Tempat ketiga yaitu Bintan Lagoon Resort. Saya ingin kesini karena waktu saya masih bekerja di sana, pelabuhan Internasionalnya belum beroperasi dan sekarang pelabuhannya sudah beroperasi. Di sana kami transit lumayan lama, ngadem di office imigrasinya, sholat dan makan siang di hotelnya. Waktu cepat sekali berlalu. Kami harus kembali lagi ke Tanjung Uban untuk mengejar keberangkatan kapal agar tidak kesorean. Kapan-kapan pokoknya harus menginap kalau kesini lagi. Alhamdulillah walaupun sudah sore angin belum bertiup terlalu kencang. Askar malah kegirangan waktu kapalnya bergoyang kencang dan minta naik kapal kapal lagi waktu kami sudah sampai di Batam.
Keesokan harinya, hari yang santai karena kami tidak mempunyai jadwal khusus mau kemana. Cuma mau mapir ke rumah saudaranya suami yang ada di daerah Tiban. Dan sepulangnya dari sana kami pergi ke BTC Mall buat makan dan mencari mainan untuk Askar.