Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

31 Maret 2017


Bulan Maret ini saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Banda Aceh. Kenapa Aceh? Karena rencananya bulan depan Dona akan pindah ke Samarinda karena suaminya sudah mendapatkan SK pindah. Yah mumpung Dona masih di sana saya pengen menyempatkan diri dulu buat tau Aceh. Saya berangkat kesana bersama anak-anak dan ibu mertua. Kebetulan juga ibu dan icha juga masih di Aceh karena Dona baru melahirkan. Saya berada di sana kurang lebih 5 hari 4 malam. Perjalanan naik pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh memakan waktu kurang lebih 3 jam. Untungnya bocah-bocah anteng di perjalanan. Askar sudah bisa diem dan anteng nonton video. Izan juga lumayan lama tidur di perjalanan.

Selama di sana kami jalan hanya di sekitaran kota Banda Aceh saja. Maklum kalau membawa anak kecil susah sekali  untuk memulai perjalanan keluar rumah. Perjalanan paling jauh hanya sampai pantai Lampu'u. Hari-hari pertama kami datang ke Museum Tsunami Aceh yang jaraknya dekat dengan rumah Dona, kira-kira hanya berjarak 300 meter dari rumah. Letak rumah Dona memang berada di depan Lapangan Blang Bintang di pusat kota Banda Aceh.






Kemudian kami mampir ke cafe Canai Mamak untuk makan roti canai dan minum teh tarik. Keesokan harinya kami berputar-putar kota Banda Aceh, antara lain ke Masjid Baiturrachman. Sayang sekali kami tidak sempat foto-foto di sana karena hari itu panas sekali. Sehingga kami ingin cepat-cepat masuk ke dalam masjid. Kemudian kami menyempatkan makan di mie aceh "ayah". Pengennya sih mampir ke mie aceh Rajali yang lebih terkenal tetapi kata Dona tempatnya kurang nyaman jika membawa anak kecil. Hari-hari berikutnya, kami melakukan perjalanan agak jauh ke Aceh Besar. Nama tempatnya Bang Gam Kayee Lhee. Tempat makannya berada di tengah-tengah sawah, tapi sayangnya pada saat itu sudah selesai musim panen, sehingga sawahnya kering. Selain itu kami juga ke kapal PLTD yang terseret jauh ke daratan.




Keesokan harinya pagi-pagi setelah semua selesai mandi kami langsung berjalan menuju Dhapu Kupi untuk ngopi-ngopi dan makan cemilan khas Aceh. Setelah itu kami langsung menuju Pantai Lampu'u. Udah lama sekali rasanya nggak ketemu pantai. Jadi berasa segar sekali mata memandang pantai yang masih alami dengan pasir yang putih halus.




Hari terakhir di Banda Aceh kami ke Ulee Kareng untuk membeli oleh-oleh khas Aceh. Foto-foto di bawah ini buat kenang-kenangan dulu waktu masih sekecil ini pernah bertemu di Banda Aceh, nanti kalau sudah agak besar wajahnya dan bertemu lagi pasti wajahnya sudah berubah ya..







Sampai jumpa lagi Aceh, entah kapan bisa datang lagi ke sana karena Dona dan keluarga bulan depan mungkin sudah pindah ke Samarinda. Berarti mungkin tahun depan kita nengokin Dona ke Samarinda ya, sampai menunggu Izan dan Haziq agak besar.


0 komentar:

Posting Komentar