Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label Askar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Askar. Tampilkan semua postingan

4 Desember 2019

vio vio beach

Sabtu kemarin kami jalan-jalan ke pantai vio vio yang terletak di pulau galang. perjalanan berjarak 60 km kami tempuh kira-kira selama satu setengah jam. sesampainya di sana, ternyata mobil kami satu-satunya pengunjung di sana. serasa pantai milik sendiri jadinya.



















Saat lagi asyiknya belajar berenang, tiba-tiba askar menjerit kesakitan. Kami semua bingung ada apa. Ternyata Askar terkena ubur-ubur. Langsung kami minta tolong penjaga pantai. Tangan Askar yang terkena sengatan ubur-ubur langsung dioles cuka dan asam jawa. Bulan November dan Desember memang rawan terkena ubur-ubur jika bermain di pesisir pantai kata penjaga pantai. Setelah Askar sudah agak baikan, kami pulang dan memakan bekal makanan kami di pinggir jembatan barelang.

31 Maret 2017


Bulan Maret ini saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Banda Aceh. Kenapa Aceh? Karena rencananya bulan depan Dona akan pindah ke Samarinda karena suaminya sudah mendapatkan SK pindah. Yah mumpung Dona masih di sana saya pengen menyempatkan diri dulu buat tau Aceh. Saya berangkat kesana bersama anak-anak dan ibu mertua. Kebetulan juga ibu dan icha juga masih di Aceh karena Dona baru melahirkan. Saya berada di sana kurang lebih 5 hari 4 malam. Perjalanan naik pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh memakan waktu kurang lebih 3 jam. Untungnya bocah-bocah anteng di perjalanan. Askar sudah bisa diem dan anteng nonton video. Izan juga lumayan lama tidur di perjalanan.

Selama di sana kami jalan hanya di sekitaran kota Banda Aceh saja. Maklum kalau membawa anak kecil susah sekali  untuk memulai perjalanan keluar rumah. Perjalanan paling jauh hanya sampai pantai Lampu'u. Hari-hari pertama kami datang ke Museum Tsunami Aceh yang jaraknya dekat dengan rumah Dona, kira-kira hanya berjarak 300 meter dari rumah. Letak rumah Dona memang berada di depan Lapangan Blang Bintang di pusat kota Banda Aceh.






Kemudian kami mampir ke cafe Canai Mamak untuk makan roti canai dan minum teh tarik. Keesokan harinya kami berputar-putar kota Banda Aceh, antara lain ke Masjid Baiturrachman. Sayang sekali kami tidak sempat foto-foto di sana karena hari itu panas sekali. Sehingga kami ingin cepat-cepat masuk ke dalam masjid. Kemudian kami menyempatkan makan di mie aceh "ayah". Pengennya sih mampir ke mie aceh Rajali yang lebih terkenal tetapi kata Dona tempatnya kurang nyaman jika membawa anak kecil. Hari-hari berikutnya, kami melakukan perjalanan agak jauh ke Aceh Besar. Nama tempatnya Bang Gam Kayee Lhee. Tempat makannya berada di tengah-tengah sawah, tapi sayangnya pada saat itu sudah selesai musim panen, sehingga sawahnya kering. Selain itu kami juga ke kapal PLTD yang terseret jauh ke daratan.




Keesokan harinya pagi-pagi setelah semua selesai mandi kami langsung berjalan menuju Dhapu Kupi untuk ngopi-ngopi dan makan cemilan khas Aceh. Setelah itu kami langsung menuju Pantai Lampu'u. Udah lama sekali rasanya nggak ketemu pantai. Jadi berasa segar sekali mata memandang pantai yang masih alami dengan pasir yang putih halus.




Hari terakhir di Banda Aceh kami ke Ulee Kareng untuk membeli oleh-oleh khas Aceh. Foto-foto di bawah ini buat kenang-kenangan dulu waktu masih sekecil ini pernah bertemu di Banda Aceh, nanti kalau sudah agak besar wajahnya dan bertemu lagi pasti wajahnya sudah berubah ya..







Sampai jumpa lagi Aceh, entah kapan bisa datang lagi ke sana karena Dona dan keluarga bulan depan mungkin sudah pindah ke Samarinda. Berarti mungkin tahun depan kita nengokin Dona ke Samarinda ya, sampai menunggu Izan dan Haziq agak besar.


7 Juli 2016

Hadiah Lebaran

Alhamdulillah di lebaran tahun ini kami sekeluarga mendapatkan hadiah yang luar biasa. Yaitu seorang anak laki-laki tampan yang dilahirkan empat hari sebelum lebaran. Awal mulanya, saya berencana untuk melahirkan secara cesar setelah lebaran. Namun ternyata dokter tempat saya rutin memeriksa kandungan akan cuti pada hari lebaran sampai sepuluh hari setelahnya. Kalau sampai menunggu dia selesai cuti, waktunya terlalu pas-pasan yaitu 40 minggu. Takut terjadi apa-apa ketika dokternya cuti. Memang sih ada banyak dokter lain yang pasti stand by untuk urusan itu, namun dokter perempuan hanya ada satu. Rasanya kurang sreg aja kalau ditangani oleh dokter laki-laki. Karena perawat yang menangani operasi rata-rata sudah laki-laki. yah, paling nggak kan ada perempuannya gitu waktu operasi nanti. Akhirnya pada saat terakhir kontrol saya dan suami memutuskan untuk operasi pada hari Sabtu tanggal 2 Juli nanti. 
Dan pada tanggal 2 Juli, saya sudah memulai puasa dan mengurus segala macam untuk keperluan operasi pada hari itu. Belum tau kapan operasinya akan dimulai. Ketika pukul 2 siang, saya mulai memasuki ruang VK untuk persiapan menuju ruang operasi. Dan setelah bergantian dengan pasien lainnya, saya akhirnya menjadi pasien terakhir untuk operasi pada hari itu. Karena ada pasien-pasien lainnya yang bersifat darurat dan harus didahulukan.
Alhamdulillah pada jam 21.40 malam lahirlah seorang bayi laki-laki dengan berat badan 3 kg dan panjang badan 48 cm. Bayi mungil itu kami beri nama Hamizan Muhammad Alkhalifi dan nama panggilannya Izan. Jujur saja saya dan suami baru menemukan nama itu tadi pagi. haha.. masih mending sih, daripada Askar dulu waktu sudah lahir masih bingung menentukan nama. Yah urusan memberi nama bayi ini memang gampang-gampang susah. Kalau dilihat-lihat wajahnya mirip Askar tetapi lebih chubby dan matanya sepertinya lebih besar.





Alhamdulillah dedek Izan lahir sehat, namun keesokan paginya seperti ada darah yang keluar dari mulut dedek. Akhirnya dedek harus menginap terpisah deh dari ayah dan bundanya, karena dedek harus diobservasi keadaannya di ruang perina. Sedih rasanya karena dedek harus puasa dulu, belum bisa minum ASI langsung dari bunda. Tapi di hari kedua dedek sudah boleh minum ASI karena tidak ada muntahan berwarna coklat lagi, walaupun dedek harus minum lewat selang. Jadi tiap 3 jam sekali, suami saya mengantarkan asi yang saya perah untuk diminumkan ke dedek. Dan di hari ketiga, saat yang mendebarkan waktu menunggu keputusan dedek udah bisa pulang bareng bundanya atau belum. Soalnya besok kan lebaran, masa' adek di rumah sakit sendirian. Alhamdulillah, adek udah bisa pulang ke rumah bareng bunda. kemungkinan muntah darah itu karena ada darah  yang tertelan waktu operasi, bukan karena ada infeksi di dalam perut. Jadi deh besok kami berlebaran dengan anggota baru. Kebetulan waktu kami pulang dari rumah sakit bertepatan dengan ulang tahun Askar. Jadi saya dan suami beli kue ulang tahun dulu di Rati Rati Pantai Indah Kapuk sebelum pulang ke rumah. dan dipotong pada keesokan harinya waktu lebaran.






Selamat ulang tahun Askar, anak kesayangan ayah dan bunda. Semoga dengan bertambahnya umur, Askar selalu dalam lindungan Allah, selalu diberikan kesehatan, makin bertambah pintar. Terima kasih sudah menambah keceriaan hidup ayah dan bunda selama dua tahun ini dengan tingkahnya yang lucu, bikin kesel, nyenengin, pokoknya campur-campur deh.  Selamat Hari Raya Idul Fitri juga buat semuanya. Maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan di tahun depan.


12 Mei 2016

Liburan Pulang Kampung

Liburan Askar kali ini pulang ke rumah eyang di lampung karena lebaran nanti Askar nggak bisa pulang karena bundanya sudah hamil 9 bulan. Empat hari di Lampung rasanya cepet banget. Cuma sempet jalan-jalan ke Pantai Sari Ringgung dan makan di Griya Liwet Pahoman. Selebihnya cuma keluar buat cari oleh-oleh.












26 April 2016

Lagi bingung sebingung bingungnya mikirin Askar yang susah banget untuk makan. Maunya cuman cuu aja (baca : minum susu). Udah segala cara diusahain biar dia ada keinginan mau makan tapi blm berhasil juga. Askarrr,, mau makan dong nak. Badannya kurus terus klo Askar nggak mau makan T_T


3 Januari 2016

Ekspresinya itu lohh

 
Askar Ghaisan Elfatih ( 1 tahun 6 bulan )



Ada yang ngegemesin dari Askar hari ini. Askar yang tiap hari hobi nonton masha and the bear, hari nggak dibolehin ama ayah bundanya soalnya seharian kemarin Askar sudah memonopoli siaran tv seharian. Pas tengah hari waktunya makan siang, Askar yang beberapa bulan terakhir ini emang susaah banget suruh makan akhirnya dipaksa makan. Dan ayahnya menjanjikan kalo mau makan boleh nonton masha. Dan dia makan lahap. iih tumben banget kan. Tapi ternyata itu awal-awalnya aja. Sampai kami mengetahui ternyata makanannya yang disuap ke mulut ternyata dibuang di kamar ama dia. Pantesan aja tiap keluar kamar mulutnya kosong, dan kalau disuap tetep aja lahap. Bingung rasanya, mau kesel, gemes, pengen ketawa campur-campur rasanya. Anak umur satu setengah tahun kok cerdik gtu sih nakk...

4 November 2015

Menyapih Askar

Sedih rasanya harus memulai menyapih askar dimana Askar masih berumur 16 bulan. Masih 8 bulan lagi hak Askar buat nenen. Apalagi kalo inget Askar hobi banget nenen bundanya. Bunda sebenernya masih pengen banget nenenin Askar. Seneng liat Askar  ngerengek-rengek manja, ngeliat binar mata Askar klo mau mimik, tapi mau gimana lagi sayang, bunda sekarang lagi minum obat buat ngobatin kelenjar getah bening yang lagi bengkak. Nggak tega rasanya liat Askar nangis jerit-jerit minta mimik malem-malem karena nggak mau minum pake dot. Baru dua hari juga bunda udah kangen nenenin Askar. Sampe ayah aja ketawa dan bilang bunda lebai karena bunda sedih dan nangis karena nggak nenenin Askar. Ya kita liat nanti ya sayang, mudah-mudahan bunda cepet sehat. Tapi pasti nanti Askar dah terbiasa nggak mimik bunda lagi, nggak dibolehin lagi mimik ama ayah dan orang-orang di rumah mumpung Askar dah bisa disapih. Soalnya semua sudah membayangkan pasti susah banget buat menyapih Askar untuk kedua kalinya. 

7 Juli 2015

Askar's Birthday

Nggak kerasa anak bunda Askar Ghaisan Elfatih sekarang udah berumur 1 tahun. Di umur yang sudah genap 12 bulan ini, Askar sudah makin pintar. Sudah mulai mengerti kata-kata yang kita ucapkan. Disuruh ambil sepatu, dia langsung mencari di kolong kursi tempat sepatunya biasa diletakkan. Sejak sebulan lalu, Askar juga sudah mulai bisa berjalan. Semoga Askar selalu diberi kesehatan oleh Allah, semakin bertambah pintar, menjadi anak yang soleh dan berbakti pada ayah dan bunda. Love you sayang.. 😘😘





21 Januari 2015

Wah.. sudah setengah tahun saja blog ini nggak pernah diupdate, karena sibuk mengurus bayi dan mulai masuk bekerja. Dua puluh empat jam sehari rasanya masih kurang untuk menjalani hari-hari. Bayangkan saja, dari bangun tidur langsung siap-siap bekerja kemudian berangkat pukul 6.15 pagi dan kembali ke rumah pukul 17.30. Fufu,, setengah harian sendiri ninggalin Askar di rumah. Dilema banget sebenernya. Tapi kalau nggak kerja lagi nanti kalau anak-anak sudah mulai besar saya pasti bosan kalau hanya tinggal di rumah dan nggak beraktifitas. Ya bersyukurnya Askar di rumah juga dititip kepada kakek dan neneknya jadi nggak terlalu khawatir jika ditinggal-tinggal. Askar sendiri sekarang sudah 6,5 bulan. Alhamdulillah sudah bisa full ASI selama setengah tahun. Selama cuti bersalin saya berhasil mengumpulkan 90 botol stok ASI perah beku di kulkas. Lumayan banyak, tetapi setelah masuk bekerja saya hanya bisa pumping dan mengumpulkan maksimal 3 botol selama di kantor dan 2 botol selama di rumah. Alhasil, makin lama stok ASI di kulkas makin sedikit bahkan saya pernah donor ASI waktu akan pergi tugas on board karena stok ASI pada saat itu tinggal 13 botol. Dan sampai hari ini, stok di kulkas tinggal 4 botol. Hikss sedihnya, sehingga saya sudah mempersiapkan susu formula sebagai tambahan ASI. Yasudahlah, yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Askar. Karena memang, akhir-akhir ini saya merasakan produksi ASI semakin seret saja. Banyak faktor sih yang mempengaruhi mungkin karena pekerjaan dan faktor stress di jalan.
Perkembangan Askar sendiri sudah sangat pesat. Dari bayi yang hanya bisa menangis, sekarang Askar sudah bisa diajak bercanda dan makin ganteng aja pastinya. hehe..
 
 
 
 
 
 
 
 
Foto-foto di atas adalah sedikit foto dari ratusan foto  dan video yang ada di handphone. Askar saat ini sudah mulai banyak aksinya, dari jerit-jerit, melompat-lompat kalau dipegang, sampai ngesot. Pokoknya tiap hari ada aja kebisaan barunya yang bikin gemes dan bikin kangen kalo lagi jauh ama Askar. Semoga anak ayah dan bunda ini selalu diberikan kesehatan, bertambah kepintarannya, dan selalu menyenangkan orang-orang disekelilingnya. I love U anak bunda..
 

23 Juli 2014

Anugrah Terindah

Bulan Juli tahun ini adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu. Selain karena ini pertama kalinya menjalankan ibadah  puasa bersama suami, bulan ini juga merupakan bulan kelahiran buah hati kami.  Waktu itu rasanya tidak sabar untuk cepat melihat wajahnya., merasakan  menjadi seorang ibu.  Pada hari jumat tanggal 4 juli, tiba-tiba keluar flek darah pada pagi hari. Sehingga saya langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Setelah sampai  di ugd, ternyata blm ada bukaan. Bidan di sana menyarankan  saya untuk datang lagi sore hari agar memeriksakan diri ke dokter Syarifah.  Sore harinya, saya datang lagi ke rumah sakit untuk konsultasi. Kata dokter, posisi bayi sudah sangat turun sekali. Kemungkinan sebelum tanggal 7 sudah bisa melahirkan. Dan kemungkinan kalau sudah mules-mules selama 6 jam atau diinduksi selama 1 jam sudah melahirkan. Wah bagus deh gak usah lama-lama lagi.  Pada keesokan  harinya tanggal 5 Juli sekitar jam setengah 4 sore saya merasakan ada air yang keluar  terus-terusan. Kata ibu, itu adalah air ketuban yang merembes.  Langsung deh  saya, suami, ibu, ibu mertua dan adik bergegas ke rumah sakit. Sesampainya di  IGD, saya langsung diperiksa dan  ternyata sudah bukaan satu. Pada pukul 6 sore saya diantar ke ruang bersalin untuk diobservasi.  Dicek detak jantung bayi, dan diinduksi. Karena pada saat itu saya tidak merasakan mules sama sekali. Proses induksi dimulai  sebelum  maghrib. Sampai pukul 9 malam, ketika diperiksa lagi oleh bidan  termyata bukaannya tidak bertambah. Masih tetap bukaan 1.  Sedangkan rasa sakit karena diinduksi sudah bertambah-tambah dan air ketuban  keluar terus menerus. Pada saat jam 10 akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk  dioperasi. Duh, deg-degan rasanya ketika harus masuk ruang operasi. Sekitar pukul 23.15, bayi yang di dalam perut akhirnya keluar dan saya mendengar suara tangisannya. Setelah itu saya dibawa ke ruang rawat inap. Nggak sabar rasanya melihat wajahnya.
Ya, inilah makhluk yang sudah ditunggu-tunggu kedatangannya. Bayi dengan berat 3,6 kg dan panjang 49 cm ini dilahirkan di Jakarta, tepatnya di RSUD Cengkareng pada tanggal 5 Juli 2014 pukul 23.15 dan diberi nama Askar Ghaisan Elfatih. Hmm.. kalau dilihat-lihat mirip siapa nih kira-kira. Kalau dari bentuk wajahnya kayaknya wajah ayahnya banget nih, kotak. Tapi hidung ama bibirnya kayaknya mirip bundanya deh. hehe..

 
 
 
 
Pasca melahirkan, saya dan bayi masih berada di rumah sakit sampai hari ketiga. Kemudian di hari ketiga kami sudah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah.. Hari-hari sebagai seorang ibu pun dimulai. Musti begadang tiap malam karena bayi menangis sampai-sampai mata saya bengkak, belum lagi baby blues yang menyerang. Hmm, ternyata begini ya rasanya baby blues. Rasa sedih, pengen nangis, cepet tersinggung sampai rasa kelelahan menjadi satu. Belum lagi pada minggu pertama kelahiran bayi, ASI yang keluar belum banyak padahal Askar kuat banget mimiknya. Jadi saya berpikir ASI yang keluar otomatis banyak bila bayi sering menyusu. ternyata tidak begitu, pada saat dipompa menggunakan pompa manual ASI yang keluar hanya membasahi pantat botol saja. huhu.. sedih rasanya, jadi selama ini Askar cuma seneng ngempeng aja dong..
Seminggu setelah kelahiran Askar, Askar sempat kuning pada waktu mau imunisasi di RS. Tapi alhamdulillah nggak sampai dirawat. Sehingga pada saat itu dibantu menggunakan susu formula selama seminggu. Sementara saya masih bertekad kuat untuk bisa memberikan ASI. Pada akhirnya saya putuskan untuk membeli pompa elektrik Medela swing agar saya bisa rajin memerah susu untuk stok selama ditinggal kerja nanti dan memperlancar ASI.