Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers
Tampilkan postingan dengan label My baby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My baby. Tampilkan semua postingan

7 Juli 2016

Hadiah Lebaran

Alhamdulillah di lebaran tahun ini kami sekeluarga mendapatkan hadiah yang luar biasa. Yaitu seorang anak laki-laki tampan yang dilahirkan empat hari sebelum lebaran. Awal mulanya, saya berencana untuk melahirkan secara cesar setelah lebaran. Namun ternyata dokter tempat saya rutin memeriksa kandungan akan cuti pada hari lebaran sampai sepuluh hari setelahnya. Kalau sampai menunggu dia selesai cuti, waktunya terlalu pas-pasan yaitu 40 minggu. Takut terjadi apa-apa ketika dokternya cuti. Memang sih ada banyak dokter lain yang pasti stand by untuk urusan itu, namun dokter perempuan hanya ada satu. Rasanya kurang sreg aja kalau ditangani oleh dokter laki-laki. Karena perawat yang menangani operasi rata-rata sudah laki-laki. yah, paling nggak kan ada perempuannya gitu waktu operasi nanti. Akhirnya pada saat terakhir kontrol saya dan suami memutuskan untuk operasi pada hari Sabtu tanggal 2 Juli nanti. 
Dan pada tanggal 2 Juli, saya sudah memulai puasa dan mengurus segala macam untuk keperluan operasi pada hari itu. Belum tau kapan operasinya akan dimulai. Ketika pukul 2 siang, saya mulai memasuki ruang VK untuk persiapan menuju ruang operasi. Dan setelah bergantian dengan pasien lainnya, saya akhirnya menjadi pasien terakhir untuk operasi pada hari itu. Karena ada pasien-pasien lainnya yang bersifat darurat dan harus didahulukan.
Alhamdulillah pada jam 21.40 malam lahirlah seorang bayi laki-laki dengan berat badan 3 kg dan panjang badan 48 cm. Bayi mungil itu kami beri nama Hamizan Muhammad Alkhalifi dan nama panggilannya Izan. Jujur saja saya dan suami baru menemukan nama itu tadi pagi. haha.. masih mending sih, daripada Askar dulu waktu sudah lahir masih bingung menentukan nama. Yah urusan memberi nama bayi ini memang gampang-gampang susah. Kalau dilihat-lihat wajahnya mirip Askar tetapi lebih chubby dan matanya sepertinya lebih besar.





Alhamdulillah dedek Izan lahir sehat, namun keesokan paginya seperti ada darah yang keluar dari mulut dedek. Akhirnya dedek harus menginap terpisah deh dari ayah dan bundanya, karena dedek harus diobservasi keadaannya di ruang perina. Sedih rasanya karena dedek harus puasa dulu, belum bisa minum ASI langsung dari bunda. Tapi di hari kedua dedek sudah boleh minum ASI karena tidak ada muntahan berwarna coklat lagi, walaupun dedek harus minum lewat selang. Jadi tiap 3 jam sekali, suami saya mengantarkan asi yang saya perah untuk diminumkan ke dedek. Dan di hari ketiga, saat yang mendebarkan waktu menunggu keputusan dedek udah bisa pulang bareng bundanya atau belum. Soalnya besok kan lebaran, masa' adek di rumah sakit sendirian. Alhamdulillah, adek udah bisa pulang ke rumah bareng bunda. kemungkinan muntah darah itu karena ada darah  yang tertelan waktu operasi, bukan karena ada infeksi di dalam perut. Jadi deh besok kami berlebaran dengan anggota baru. Kebetulan waktu kami pulang dari rumah sakit bertepatan dengan ulang tahun Askar. Jadi saya dan suami beli kue ulang tahun dulu di Rati Rati Pantai Indah Kapuk sebelum pulang ke rumah. dan dipotong pada keesokan harinya waktu lebaran.






Selamat ulang tahun Askar, anak kesayangan ayah dan bunda. Semoga dengan bertambahnya umur, Askar selalu dalam lindungan Allah, selalu diberikan kesehatan, makin bertambah pintar. Terima kasih sudah menambah keceriaan hidup ayah dan bunda selama dua tahun ini dengan tingkahnya yang lucu, bikin kesel, nyenengin, pokoknya campur-campur deh.  Selamat Hari Raya Idul Fitri juga buat semuanya. Maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan di tahun depan.


12 Januari 2016

Masuk Trimester Dua

Minggu ini adalah awal memasuki trimester kedua di kehamilan yang kedua. Kehamilan kali ini dirasa lebih berat dibanding yang pertama, karena kali ini sudah jelas saya hamil ketika sedang dalam pengobatan tb kelenjar, sehingga obat yang diminum cukup banyak dan ukurannya itu loh, baru liatnya aja dah pengen muntah. Selain itu,  hamil kali ini saya lebih sering merasakan mual bukan karena lapar. Mual yang tiba-tiba datang. Kemudian untuk urusan pekerjaan juga saya merasakan lebih berat dalam hal perjalanan ke kantor. Kalo hamil dulu saya tinggal duduk manis saja menunggu supir jemputan menjemput dan mengantar ke kantor. Dan dulu suami belum mulai bekerja, sehingga sejak pindah ke rumah suami saya diantar jemput oleh suami. Kalau sekarang jangan ditanya, tidak hamil saja saya malas kalau harus mengingat-ingat perjalanan kantor. Gimana nanti kalau hamilnya makin tua. Perut semakin besar. Harus naek kopaja, ojek, argghh.. 
Sabtu kemarin, saya mengecek kehamilan ke dokter kandungan. Alhamdulillah menurut hasil usg hasilnya baik. Jantungnya sudah mulai berdetak. Kepala, tangan dan kakinya sudah terlihat jelas bentuknya. Semoga dedek bayi di perut sehat-sehat terus sampai lahiran nanti. Aminn..



23 November 2015

Hamil Lagi

Kehamilan adalah sesuatu hal yang dinantikan banyak orang. Begitu juga saya, mengingat Askar sudah cukup rasanya jika mempunyai adik di umurnya yang nanti berusia 2 tahun. Apalagi tahun depan usia saya mulai menginjak kepala tiga. Namun kehamilan kali ini sungguh tidak terduga dan tidak terencana mengingat saya sedang dalam proses pengobatan kelenjar getah bening. Sabtu pagi kemarin saya mencoba mengetes urine saya dengan testpack dan positif ada 2 garis yang sangat jelas di sana. Kemudian saya memberi tahu suami akan hal itu, kami berdua pun kaget dan saya langsung menelpon rumah sakit dan mendaftar ke dokter kandungan untuk konsultasi tentang hal ini. Sesampainya di dokter kandungan, saya tetap dianjurkan untuk melanjutkan kehamilan saya. Agak kaget juga, karena saya dan suami berpikir kalau dokter tidak memperbolehkan untuk melanjutkan kehamilan ini. Menurutnya banyak kok orang yang terkena penyakit seperti saya dan tetap melanjutkan kehamilannya dan bayinya sehat-sehat saja. Haduh jadi tambah galau deh, satu sisi saya ingin hamil tapi di sisi lain saya takut terjadi sesuatu yang berbahaya pada bayinya. Belum lagi saya pernah dirontgen paru-paru 3 minggu sebelumnya. Jadi tambah khawatir. Dan menurut dokter kandungan saya, ia tidak mempunyai alasan kebidanan yang cukup kuat jika janin harus dikeluarkan karena pada saat di usg keadaan janin baik-baik saja, letaknya bagus dan bentuknya juga baik. Dia meminta rekomendasi dari dokter yg merawat penyakit tb kelenjar saya jika memang janin harus dikeluarkan. Besok sih saya berencana pergi ke dokter Meli untuk membicarakan hal ini. Kira-kira apa ya jawabannya? Semoga diberikan yang terbaik aja buat saya dan janin yang asa di rahin saya.

7 Juli 2015

Askar's Birthday

Nggak kerasa anak bunda Askar Ghaisan Elfatih sekarang udah berumur 1 tahun. Di umur yang sudah genap 12 bulan ini, Askar sudah makin pintar. Sudah mulai mengerti kata-kata yang kita ucapkan. Disuruh ambil sepatu, dia langsung mencari di kolong kursi tempat sepatunya biasa diletakkan. Sejak sebulan lalu, Askar juga sudah mulai bisa berjalan. Semoga Askar selalu diberi kesehatan oleh Allah, semakin bertambah pintar, menjadi anak yang soleh dan berbakti pada ayah dan bunda. Love you sayang.. 😘😘





21 Januari 2015

Wah.. sudah setengah tahun saja blog ini nggak pernah diupdate, karena sibuk mengurus bayi dan mulai masuk bekerja. Dua puluh empat jam sehari rasanya masih kurang untuk menjalani hari-hari. Bayangkan saja, dari bangun tidur langsung siap-siap bekerja kemudian berangkat pukul 6.15 pagi dan kembali ke rumah pukul 17.30. Fufu,, setengah harian sendiri ninggalin Askar di rumah. Dilema banget sebenernya. Tapi kalau nggak kerja lagi nanti kalau anak-anak sudah mulai besar saya pasti bosan kalau hanya tinggal di rumah dan nggak beraktifitas. Ya bersyukurnya Askar di rumah juga dititip kepada kakek dan neneknya jadi nggak terlalu khawatir jika ditinggal-tinggal. Askar sendiri sekarang sudah 6,5 bulan. Alhamdulillah sudah bisa full ASI selama setengah tahun. Selama cuti bersalin saya berhasil mengumpulkan 90 botol stok ASI perah beku di kulkas. Lumayan banyak, tetapi setelah masuk bekerja saya hanya bisa pumping dan mengumpulkan maksimal 3 botol selama di kantor dan 2 botol selama di rumah. Alhasil, makin lama stok ASI di kulkas makin sedikit bahkan saya pernah donor ASI waktu akan pergi tugas on board karena stok ASI pada saat itu tinggal 13 botol. Dan sampai hari ini, stok di kulkas tinggal 4 botol. Hikss sedihnya, sehingga saya sudah mempersiapkan susu formula sebagai tambahan ASI. Yasudahlah, yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Askar. Karena memang, akhir-akhir ini saya merasakan produksi ASI semakin seret saja. Banyak faktor sih yang mempengaruhi mungkin karena pekerjaan dan faktor stress di jalan.
Perkembangan Askar sendiri sudah sangat pesat. Dari bayi yang hanya bisa menangis, sekarang Askar sudah bisa diajak bercanda dan makin ganteng aja pastinya. hehe..
 
 
 
 
 
 
 
 
Foto-foto di atas adalah sedikit foto dari ratusan foto  dan video yang ada di handphone. Askar saat ini sudah mulai banyak aksinya, dari jerit-jerit, melompat-lompat kalau dipegang, sampai ngesot. Pokoknya tiap hari ada aja kebisaan barunya yang bikin gemes dan bikin kangen kalo lagi jauh ama Askar. Semoga anak ayah dan bunda ini selalu diberikan kesehatan, bertambah kepintarannya, dan selalu menyenangkan orang-orang disekelilingnya. I love U anak bunda..
 

23 Juli 2014

Anugrah Terindah

Bulan Juli tahun ini adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu. Selain karena ini pertama kalinya menjalankan ibadah  puasa bersama suami, bulan ini juga merupakan bulan kelahiran buah hati kami.  Waktu itu rasanya tidak sabar untuk cepat melihat wajahnya., merasakan  menjadi seorang ibu.  Pada hari jumat tanggal 4 juli, tiba-tiba keluar flek darah pada pagi hari. Sehingga saya langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Setelah sampai  di ugd, ternyata blm ada bukaan. Bidan di sana menyarankan  saya untuk datang lagi sore hari agar memeriksakan diri ke dokter Syarifah.  Sore harinya, saya datang lagi ke rumah sakit untuk konsultasi. Kata dokter, posisi bayi sudah sangat turun sekali. Kemungkinan sebelum tanggal 7 sudah bisa melahirkan. Dan kemungkinan kalau sudah mules-mules selama 6 jam atau diinduksi selama 1 jam sudah melahirkan. Wah bagus deh gak usah lama-lama lagi.  Pada keesokan  harinya tanggal 5 Juli sekitar jam setengah 4 sore saya merasakan ada air yang keluar  terus-terusan. Kata ibu, itu adalah air ketuban yang merembes.  Langsung deh  saya, suami, ibu, ibu mertua dan adik bergegas ke rumah sakit. Sesampainya di  IGD, saya langsung diperiksa dan  ternyata sudah bukaan satu. Pada pukul 6 sore saya diantar ke ruang bersalin untuk diobservasi.  Dicek detak jantung bayi, dan diinduksi. Karena pada saat itu saya tidak merasakan mules sama sekali. Proses induksi dimulai  sebelum  maghrib. Sampai pukul 9 malam, ketika diperiksa lagi oleh bidan  termyata bukaannya tidak bertambah. Masih tetap bukaan 1.  Sedangkan rasa sakit karena diinduksi sudah bertambah-tambah dan air ketuban  keluar terus menerus. Pada saat jam 10 akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk  dioperasi. Duh, deg-degan rasanya ketika harus masuk ruang operasi. Sekitar pukul 23.15, bayi yang di dalam perut akhirnya keluar dan saya mendengar suara tangisannya. Setelah itu saya dibawa ke ruang rawat inap. Nggak sabar rasanya melihat wajahnya.
Ya, inilah makhluk yang sudah ditunggu-tunggu kedatangannya. Bayi dengan berat 3,6 kg dan panjang 49 cm ini dilahirkan di Jakarta, tepatnya di RSUD Cengkareng pada tanggal 5 Juli 2014 pukul 23.15 dan diberi nama Askar Ghaisan Elfatih. Hmm.. kalau dilihat-lihat mirip siapa nih kira-kira. Kalau dari bentuk wajahnya kayaknya wajah ayahnya banget nih, kotak. Tapi hidung ama bibirnya kayaknya mirip bundanya deh. hehe..

 
 
 
 
Pasca melahirkan, saya dan bayi masih berada di rumah sakit sampai hari ketiga. Kemudian di hari ketiga kami sudah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah.. Hari-hari sebagai seorang ibu pun dimulai. Musti begadang tiap malam karena bayi menangis sampai-sampai mata saya bengkak, belum lagi baby blues yang menyerang. Hmm, ternyata begini ya rasanya baby blues. Rasa sedih, pengen nangis, cepet tersinggung sampai rasa kelelahan menjadi satu. Belum lagi pada minggu pertama kelahiran bayi, ASI yang keluar belum banyak padahal Askar kuat banget mimiknya. Jadi saya berpikir ASI yang keluar otomatis banyak bila bayi sering menyusu. ternyata tidak begitu, pada saat dipompa menggunakan pompa manual ASI yang keluar hanya membasahi pantat botol saja. huhu.. sedih rasanya, jadi selama ini Askar cuma seneng ngempeng aja dong..
Seminggu setelah kelahiran Askar, Askar sempat kuning pada waktu mau imunisasi di RS. Tapi alhamdulillah nggak sampai dirawat. Sehingga pada saat itu dibantu menggunakan susu formula selama seminggu. Sementara saya masih bertekad kuat untuk bisa memberikan ASI. Pada akhirnya saya putuskan untuk membeli pompa elektrik Medela swing agar saya bisa rajin memerah susu untuk stok selama ditinggal kerja nanti dan memperlancar ASI.