Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

14 November 2013

Akhirnya.. Jeju Island !!

Hari yang special. Hari Sabtu tanggal 12 Oktober adalah hari ulang tahun suami tercinta, kami merayakan ulang tahun secara sederhana di rumah. Happy Birthday abang.. I love you.. All the best for you


muka bangun tidur (mohon diabaikan)

Sesuai rencana, pada hari itu kami akan berangkat ke pulau Jeju. Pada pukul 11, kami berangkat meninggalkan rumah menuju Gimpo International Airport karena pesawat Jin Air yang menuju ke Pulau Jeju akan berangkat pukul setengah 2 siang.  Walaupun budget airline, pesawat Jin Air ini berangkatnya ontime loh. Gak kaya di Indonesia. hehe.. Jam setengah 2 siang kami lepas landas. Perjalanan dari Bandara Gimpo menuju Bandara Jeju memakan waktu selama 1 jam perjalanan. Sesampainya di bandara Jeju, sesuai hasil browsing dari hari-hari sebelumnya, kami harus naik bus #600 untuk menuju ke tempat penginapan kami Olleyo Resort di daerah Seogwipo di bagian selatan Pulau Jeju. Perjalanan dari bandara Jeju menuju penginapan kami memakan waktu kira-kira 1 jam. Jauh memang, tapi Seogwipo memang tempat yang bagus untuk menginap karena banyak objek wisata yang bagus di sekitarnya. Olleyo Resort sendiri terletak di dekat pantai. Sehingga pemandangan yang kami lihat dari kamar adalah view lautan.





Sunrise yang terlihat dari kamar kami

Hari pertama kami di Pulau Jeju hanya dihabiskan untuk keluar makan malam di Food Street kota Seogwipo, karena kami sampai di penginapan sudah terlalu sore. Selain itu kami juga masih memikirkan transportasi buat perjalanan besok, karena bus umum di sana jarang ada. Kami mencoba menelpon rental mobil harian yang direkomendasikan oleh resepsionis hotel namun teleponnya tidak diangkat. Mungkin karena sudah di luar jam kerja. Selain itu, kami juga melihat-lihat brosur rental mobil yang ada di hotel. Ada rental mobil selama 8 jam dengan biaya 150.000 KRW.  Cukup mahal memang. Akhirnya kami putuskan bahwa besok kami akan naik bis umum saja dari terminal Seogwipo menuju ke bagian timur Pulau Jeju.
Keesokan harinya, kami memesan taksi melalui resepsionis hotel untuk menuju ke terminal bus Seogwipo. Dalam perjalanan dari hotel menuju ke terminal bus, suami mengobrol dengan supir taksi yang sudah cukup tua itu. Di dalam obrolannnya, si supir menawarkan kami untuk berangkat menuju bagian timur Pulau Jeju menggunakan taksinya. Harga yang ditawarkan oleh si supir pada awalnya sebesar 150.000 KRW sama seperti yang ditawarkan di brosur tadi. Namun setelah dinego oleh suami akhirnya dia sepakat dengan biaya 120.000 KRW sampai sore. Alhamdulillah.. rezeki ini namanya. Di perjalanan, bapak supir ini sudah layaknya seorang tour guide mengajak kami masuk ke tempat-tempat wisata di sekitaran Seogwipo tanpa kami minta. Dia juga selalu mengantar kami ke tempat pembelian tiket dan memoto kami.
Tempat pemberhentian pertama yaitu Oeldolgae, tempat syutingnya Drama Korea Jewel in the palace dengan pemeran utama bernama Dae Jang Geum yang menceritakan koki di istana yang kemudian menjadi tabib. Drama ini diputar di Indonesia mungkin sekitar tahun 2005an pada saat saya masih kuliah. Untuk masuk ke dalamnya, tidak dikenai tiket masuk. Sesampai di sana, rasanya takjub sekali. Pemandangannya indah  dengan angin yang sepoi-sepoi. Langsung deh kami berfoto ria.








Perjalanan kami selanjutnya yaitu menuju air terjun cheonjiyeon. Letaknya tidak terlalu jauh dari terminal bus Seogwipo. Harga tiket masuk per orangnya sebesar 2000 KRW. 


Salah satu foto di atas, saya dan suami berfoto di depan patung halabong, maskot pulau Jeju. Atas arahan bapak supir, katanya kalau mau punya anak laki-laki kami disuruh memegang hidung patung itu, kalau ingin anak perempuan memegang telinga patung. Haha,, ada-ada saja. Setelah dihitung-hitung pada saat ke pulau jeju ternyata saya sudah hamil 1 minggu lho. We will see deh laki-laki atau perempuan nanti anaknya. hehe..
Setelah meninggalkan tempat ini, kami melanjutkan perjalanan ke Jeongbang falls. Masih sama-sama air terjun juga, namun di tempat ini tebingnya berada di pinggi pantai. Sehingga aliran airnya langsung menuju ke laut.  Selain itu, ada yang unik dari air terjun ini, yaitu terdapat pelangi di dasar airnya. Hal ini terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh butiran air.



Setelah puas menikmati tempat ini, kami kembali ke parkiran dengan menaiki anak tangga. Ngos-ngosan deh.. Kemudian bapak supir kembali mengajak kami ke sebuah tempat rekreasi bernama Hyodoncheon, tetapi kami hanya turun untuk melihat orang-orang yang sedang menikmati permainan air, tidak ikut bermain di sana.


Setelah kembali ke taxi, kami memulai perjalanan yang cukup lama untuk sampai ke bagian timur pulau Jeju. Sempat lah kami tertidur pulas hingga sampai ke tempat tujuan. Tujuan selanjutnya yaitu ke padang rumput di Seopjikoji. Di sini terdapat bangunan tempat syuting drama korea All in house. Saya sendiri tidak terlalu tau tentang drama itu. Pemandangan di sana indah sekali dengan angin yang lumayan kencang. Dari tempat ini, kita juga sudah bisa melihat gunung Seongsan Ilchulbong secara jelas. 



Setelah puas menikmati tempat itu, kami kembali ke taxi dan menuju tempat tujuan akhir kami yaitu Seongsan Ilchulbong. Namun sebelum mendaki, kami beristirahat dan makan siang terlebih dahulu di sana. Pendakian untuk sampai ke puncaknya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Banyak sudut pandang yang bagus yang rasanya sayang jika tidak diabadikan. 



Sesampai di puncaknya, kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan untuk turun gunung. Perjalanan turun dari puncak hanya memakan waktu setengah jam saja. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang ke hotel. Sebenarnya bapak supir masih mau mengantar kami ke Hallasan dan ke tempat lain seperti museum di daerah Seogwipo, tapi rasanya saat itu saya sudah sangat lelah sekali. Belum lagi pada malam harinya suami ada janji untuk bertemu temannya, sehingga kami akan keluar hotel lagi untuk makan malam di luar.
Keesokan harinya kami menuju Bandara untuk meninggalkan pulau Jeju pada pukul 11. Ah,, kapan lagi ya bisa kesini. Belum puas rasanya karena banyak tempat yang belum sempat dikunjungi. Ya mudah-mudahan saja bisa kembali ke sini bersama anak-anak kami.. 


0 komentar:

Posting Komentar