Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

29 September 2011

500 Days of Summer


Lagi pengen review film 500 Days of Summer nih, salah satu film yang saya suka. Banyak cerita-cerita seperti novel yang mengutip sedikit dari cerita tentang cinta di film ini. Seperti pada kutipan pada awal film "This is not a love story. This is a story about love". Mungkin hampir semua orang memang pernah mengalaminya. 

Pertama kali nonton film ini pada tahun 2009, karena seorang "calon pacar"nya teman saya yang sekarang sudah jadi suaminya, waktu itu lagi pedekate ke teman saya bilang kalo dia gak mau seperti Tom Hansen di film ini. Jadi penasaran. Emang ada apa dengan Tom Hansen.  Jadilah waktu itu saya menonton film ini. Sebenernya cerita film ini sangat sederhana. Cuma mengisahkan pertemuan dua orang beda jenis kemudian harus mengalami jatuh cinta dan patah hati. Film ini bisa dibilang 'sepi', bisa bikin ngantuk apalagi dengan alur cerita yang maju mundur sehingga kita sendiri harus konsen buat menyimaknya.

Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Tom Hansen yang kemudian bertemu seorang wanita yang bernama Summer Finn. Menjalani hari-hari bersama dalam waktu yang cukup lama, 500 hari. yah, satu setengah tahun lah kira-kira. Seperti layaknya orang yang sudah berpacaran. Namun pada kenyataannya ternyata cinta Tom hanya bertepuk sebelah tangan. Summer dengan sukses membuat patah hati seorang Tom.
Waktu pertama kali menontonnya, tiba-tiba teman saya yang lain bilang "kok, kayanya gw tau ya ini cerita siapa". Dengan santai dan berharap bukan nama saya yang disebut, saya bertanya kepadanya "Siapa emangnya?". Dan teman saya bilang "lo gak ngerasa apa??" Saya sendiri cuma bisa ketawa aja.
yah, emang waktu itu saya sedang menjalani hubungan yang seperti itu dan dengan posisi yang sama dengan Summer Finn. Tapi kan waktu itu memang baru kenal seseorang, bukan 500 hari seperti yang dijalani Tom dan Summer. Lagian saya gak setega Summer kok. Walaupun pada akhirnya kisah saya juga nggak seperti Summer. Entah kenapa saya sering sekali menjalani hubungan yang seperti ini. Langganan, hufftt.. Kalau dipikir-pikir, seorang wanita seperti Summer aja bisa berbuat seperti itu bagaimana dengan laki-laki ya?? Selama film ini diputar, rasanya gemes banget melihat ketidaktegasan Tom. Yang bisa begitu saja menjalani hari-harinya bersama Summer tanpa kejelasan status. 



Dengan menonton film ini, paling tidak membuat kita berpikir bagaimana bila berada di posisi Tom yang sudah sungguh-sungguh mencintai seseorang tapi harus dikecewakan. Tapi sebenarnya itu semua juga karena kesalahannya mengapa tidak tegas, apalagi ia seorang lelaki. Intinya komitmen itu sangat penting dalam sebuah hubungan. Kalo gak ada komitmen lebih baik gak usah dijalani, daripada ujung-ujungnya bikin sakit. betul gak?
o iya, ada satu lagi kesamaan saya dengan Summer. yaitu heart-shaped birthmark di dekat leher saya. haha... (penting gak sihh....)

0 komentar:

Posting Komentar