Islamic Widget

Daisypath Anniversary tickers

5 September 2017

Libur lebaran Idul Adha kemarin bertepatan dengan hari Jumat. Lumayan banget kan bisa dapet long weekendnya. Beberapa minggu sebelumnya suami ngotot banget kepengen nyewa villa di daerah Subang, katanya sih villanya bagus dan harganya cukup murah. Karena menurutnya pasti bosen banget kalau long weekend di rumah saja. Eh, ternyata kami malah dapet villa gratisan dong dari sepupunya suami. Yaitu Villa La Chaumiere di daerah Mega Mendung, villanya perusahaan Unilever.
Kami berangkat ke Mega Mendung pada sore hari karena sudah mendapatkan info dari televisi bahwa sistem buka tutup sedang berlangsung dan akan dibuka kembali pukul enam sore. Kami berangkat dari rumah pukul empat sore, dan tepat sekali ketika akan keluar pintu tol sudah dibuka untuk jalur ke atas menuju Puncak. Tapi tetap saja ya harus bermacet-macetan selama dua jam dari keluar tol sampai menuju penginapan karena adanya penyempitan jalan. Sesampainya di villa, jam sudah menunjukkan jam delapan malam. Untungnya bapak penjaga villa masih setia menunggu kami datang, padahal waktu dikonfirmasi lewat telpon katanya kalau sudah malam nanti masih ada security yang stand by kalau dia sudah pulang.



Villa La Chaumiere ini terdiri 3 kamar utama,1 kamar kecil dan 2 kamar mandi. Terdapat ruang televisi yang cukup lega untuk bersantai dan tiduran di sana. Ada juga ruang makan dilengkapi segala peralatan makan dan microwave,  dapur lengkap dengan peralatan masaknya. Untuk outdoor sendiri ada fasilitas private pool, lapangan basket dan lapangan badminton. Walaupun terlihat kalau villa sudah lama, namun masih terawat perabotan dan kebersihannya. Menurut kami yang kurang mungkin hanya wifi saja karena kami tidak tahu password wifinya. Aktifitas selama di sana kami menikmati private poolnya, bermain badminton dan bola basket.







Kemudian agak siangan kira-kira jam 10an kami menuju The Ranch Puncak, letaknya tidak terlalu jauh dari villa tempat kami menginap mungkin hanya sekitar 4 km. Konsep The 
Ranch Cisarua Puncak ini merupakan gabungan konsep The Ranch Bandung dan Farm House Bandung. Jadi kalau kamu ke sana, kamu seperti merasakan ada di dua tempat itu. Ada tempat berkuda, tempat memberi makan hewan kelinci, sapi dan banyak spot cantik untuk berfoto. Namun pembangunannya sepertinya masih belum selesai. Masih banyak area yang sedang dalam pembangunan. Untuk masuknya, cukup membayar Rp. 20.000 per orang dan tiketnya bisa ditukar untuk mendapatkan segelas susu di dalamnya.









 

Kami pulang hari minggu siang kira-kira jam 11. Setelah keluar villa kami makan siang di Cimory Resto Mountain View. Tahun lalu sudah pernah merasakan Cimory yang Riverside. Ternyata di Cimory Mountain View ini lebih sepi, tapi kualitas makanan dan pelayanannya sangat kurang memuaskan. Berbeda sekali dengan Cimory Riverside. Padahal waktu ke Cimory Riverside keadaan resto sangat penuh sampai-sampai harus mengisi daftar waiting list untuk bisa mendapatkan tempat duduk. Tapi pelayan di sana lebih sigap dan makanannya cukup enak. Sangat-sangat berbanding terbalik dengan Cimory Mountain View. Keadaan resto yang sepi saja pelayanan sangat lamaaaa sekali. Begitulah cerita liburan singkat kami kemarin. Karena kami keluar dari villa dari siang hari, alhamdulillah kami tidak bertemu macet selama di perjalanan sampai ke rumah.
 
 

30 Juni 2017

Idul Fitri 1438 H

Alhamdulillah lebaran tahun ini masih diberi kesempatan untuk berlebaran di kampung halaman di Lampung. Setelah tahun kemarin skip nggak bisa pulang kampung karena melahirkan. akhirnya tahun ini bisa berlebaran lagi di Lampung dengan membawa anggota keluarga baru. Seperti pada lebaran biasanya, saya dan keluarga shalat Idul Fitri di halaman SMAN 9 Bandar Lampung. Cuaca cukup cerah, tapi saya hanya duduk sambil memangku Izan tidak bisa ikut sholat. Kalau ikut sholat, Izan yang sudah jago merangkak pasti sudah merangkak kemana-mana. 
Sepulang sholat, seperti biasa tamu yang berdatangan ke rumah cukup banyak. Saya dan keluarga kumpul dengan keluarga bapak di rumah mbah pada lebaran kedua. Di rumah pun rombongan keluarga ibu dan bapak datang silih berganti tiap hari. Capek sih karen harus menyiapkan makanan dan mencuci piring terus. Tapi rasanya senang sekali. Karena memang nggak seperti biasanya ramai seperti ini yang datang. Kami baru bisa jalan-jalan keluar rumah pada hari ke-empat lebaran. Itu pun hanya mencari oleh-oleh durian dan datang ke tempat wisata baru yang sedang kekinian yaitu Puncak Mas Lampung. Lumayan bagus tempat wisatanya. Cukup kreatif dan menjadi alternatif tempat wisata di Lampung. 






Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan dengan Ramdhan tahun depan. Aminn..



3 Mei 2017


Long weekend kemarin kami sekeluarga besar jalan-jalan ke Bandung. selain jalan-jalan, tujuan utamanya adalah mengantar aunty nya askar izan ke Daarut Tauhid untuk mengikuti pesantren selama 3 bulan. Di hari pertama, sesampainya di Bandung kami langsung menuju alun-alun Bandung. Parkiran di bawah alun-alun sudah penuh, tapi alhamdulillah setelah kami memutar yang kedua kali parkiran sudah dibuka. Sesampainya di alun-alun,  ramai sekali orang di sana sampai-sampai rumput di situ hampir tak terlihat karena dipenuhi orang. Dan yang bikin pusing banyak sekali pedagang mainan anak-anak. Sudah pasti semua ditunjuk ama Askar. Tidak lama dari itu,  hujan turun sangat deras. untungnya kami sudah berada di pelataran masjid untuk sholat zuhur. Hujan turun lumayan lama, sampai ashar kami masih di sana. Setelah kami sholat ashar hujan berhenti kemudian kami langsung menuju bandara untuk menjemput auntynya askar izan.

Dari bandara kami menuju ke tempat penginapan kami hari pertama yaitu Rumah Stroberi. Kami sampai di sana pas saat azan maghrib.  kami memesan 4 kamar dan mendapat 3 kamar Jepang dan 1 kamar Morocco. Walaupun kami pesan per kamar bukan bentuk villa, ternyata tempatnya cukup enak untuk kumpul bersama di terasnya. Kami pun makan malam bersama di teras kamar.

Keesokan paginya, kami jalan-jalan pagi di area Rumah Stroberi, menikmati udara dingin, berfoto ria, makan pagi di restonya sampai jalan-jalan memetik langsung stroberi di kebun stroberi. Selain itu, di sana juga ada arena permaina flying fox, kolam renang kecil dan ada sepeda-sepeda mini untuk anak-anak. Tempat ini memang sangat cocok untuk family leisure. Karena sudah memiliki fasilitas yang cukup untuk menghabiskan liburan di hotel saja.













Review untuk hotel ini, saya rasa sudah cukup baik, Hal-hal yang kurang mungkin letak kamar kami yang  kebetulan bersebelahan dengan jalan raya. Jadi kalau ada motor yang melaju kencang, Izan jadi terbangun kalo lagi tidur. Kemudian sarapan yang kurang variasi. Menurut saya wajar sih karena tambahan biaya klo ada tambahan orang untuk sarapan juga murah nggak sampai 40.000 per orangnya.
 
Setelah cek out dari Rumah Stroberi, kami menuju Restauran Kampung Daun. Sebenarnya saya bosan kesini. Tapi tempatnya cozy dan makanannya enak. Jadi daripada ke tempat lain yang makananya belum tentu enak mending kami putuskan makan di sini. letaknya juga dekat dengsn Rumah Stroberi. Kami berada di sana lumayan lama, maklum lah kalau membawa anak kecil lebih banyak menghabiskan waktu di satu tempat dibanding jalan-jalannya.
Sekitar jam 3an kami baru beranjak dari Kampung Daun menuju Farm House. Tiket masuk kesana sebesar 20.000 per orang. Di sana cuma berkeliling-keliling sebentar, foto-foto, nungguin bocah-bocah memberi makan domba dan kelinci. Setelah itu kami pulang menuju hotel yang kedua yaitu Summer Hill villa yang letaknya tidak jauh dari Daarut Tauhid yaitu sekitar 3 km. Tempat menginap kali ini model villa 3 kamar. Tempatnya lumayan enak untuk keluarga besar namun jalan menuju kessna agak susah untuk menemukan villanya karena bersada di gang yang jakannya jelek. Sempet nyasar-nyasar juga karena petunjuknya tidak terlihat.

31 Maret 2017


Bulan Maret ini saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Banda Aceh. Kenapa Aceh? Karena rencananya bulan depan Dona akan pindah ke Samarinda karena suaminya sudah mendapatkan SK pindah. Yah mumpung Dona masih di sana saya pengen menyempatkan diri dulu buat tau Aceh. Saya berangkat kesana bersama anak-anak dan ibu mertua. Kebetulan juga ibu dan icha juga masih di Aceh karena Dona baru melahirkan. Saya berada di sana kurang lebih 5 hari 4 malam. Perjalanan naik pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh memakan waktu kurang lebih 3 jam. Untungnya bocah-bocah anteng di perjalanan. Askar sudah bisa diem dan anteng nonton video. Izan juga lumayan lama tidur di perjalanan.

Selama di sana kami jalan hanya di sekitaran kota Banda Aceh saja. Maklum kalau membawa anak kecil susah sekali  untuk memulai perjalanan keluar rumah. Perjalanan paling jauh hanya sampai pantai Lampu'u. Hari-hari pertama kami datang ke Museum Tsunami Aceh yang jaraknya dekat dengan rumah Dona, kira-kira hanya berjarak 300 meter dari rumah. Letak rumah Dona memang berada di depan Lapangan Blang Bintang di pusat kota Banda Aceh.






Kemudian kami mampir ke cafe Canai Mamak untuk makan roti canai dan minum teh tarik. Keesokan harinya kami berputar-putar kota Banda Aceh, antara lain ke Masjid Baiturrachman. Sayang sekali kami tidak sempat foto-foto di sana karena hari itu panas sekali. Sehingga kami ingin cepat-cepat masuk ke dalam masjid. Kemudian kami menyempatkan makan di mie aceh "ayah". Pengennya sih mampir ke mie aceh Rajali yang lebih terkenal tetapi kata Dona tempatnya kurang nyaman jika membawa anak kecil. Hari-hari berikutnya, kami melakukan perjalanan agak jauh ke Aceh Besar. Nama tempatnya Bang Gam Kayee Lhee. Tempat makannya berada di tengah-tengah sawah, tapi sayangnya pada saat itu sudah selesai musim panen, sehingga sawahnya kering. Selain itu kami juga ke kapal PLTD yang terseret jauh ke daratan.




Keesokan harinya pagi-pagi setelah semua selesai mandi kami langsung berjalan menuju Dhapu Kupi untuk ngopi-ngopi dan makan cemilan khas Aceh. Setelah itu kami langsung menuju Pantai Lampu'u. Udah lama sekali rasanya nggak ketemu pantai. Jadi berasa segar sekali mata memandang pantai yang masih alami dengan pasir yang putih halus.




Hari terakhir di Banda Aceh kami ke Ulee Kareng untuk membeli oleh-oleh khas Aceh. Foto-foto di bawah ini buat kenang-kenangan dulu waktu masih sekecil ini pernah bertemu di Banda Aceh, nanti kalau sudah agak besar wajahnya dan bertemu lagi pasti wajahnya sudah berubah ya..







Sampai jumpa lagi Aceh, entah kapan bisa datang lagi ke sana karena Dona dan keluarga bulan depan mungkin sudah pindah ke Samarinda. Berarti mungkin tahun depan kita nengokin Dona ke Samarinda ya, sampai menunggu Izan dan Haziq agak besar.


4 Oktober 2016

Tiga bulan ini saya menikmati masa cuti dengan menjadi ibu rumah tangga dengan dua anak. Alhamdulillah, setelah operasi caesar sebulan yang lalu sampai saat ini saya tidak merasakan nyeri di bekas operasi seperti waktu operasi yang pertama. Sebelumnya saya sudah membayangkan betapa bakal susahnya menjalani hari-hari setelah operasi karena rasa nyeri di bagian luka. Tapi mengapa operasi kali ini sama sekali tidak berasa sakit ya. Sakit hanya seminggu pertama saja, setelahnya seperti tidak habis dioperasi.
Dan pasca melahirkan kali ini, saya tidak merasakan babyblues seperti dahulu. Tidak ada rasa campur aduk sedih, kesal seperti pertama kali melahirkan. Sebenarnya yang terpenting buat ibu yang baru melahirkan itu adalah dukungan, bukan tuntutan. Apalagi buat newly mom. Orang-orang sekitar seharusnya bisa menjaga perasaan ibu baru ini. Agar si ibu tidak mengalami babyblues. Misal kalau asi si ibu dikit, mohon jangan dijudge asinya sedikit. Sekarang siapa sih yang nggak mau asinya berlimpah. Namanya juga baru melahirkan, asi yang diproduksi juga masih sedikit, bayi juga belum banyak-banyak amat kok minumnya karena lambungnya juga masih kecil. Terkadang hal-hal yang sepertinya sepele buat orang, namun buat newly mom ini rasanya seperti dihujani kata-kata yang bisa bikin babyblues.  Mungkin karena kali ini sudah berpengalaman jadi tidak kaget ya. Padahal selain mengurus bayi yang baru lahir, saya juga masih mengurusi Askar.  Tetapi rasanya tidak terbebani malah menikmati. Dan alhamdulillah sekali si baby ini termasuk yang anteng, nggak rewel. Paling rewel kalau minta minum susu. Saat malam juga kalau menangis cukup dinenenin langsung diem. Agak berbeda dengan Askar dahulu. Dahulu, mata saya sampai sembab karena kurang tidur. Belum lagi waktu siang hari Askar maunya nenen terus nggak bisa dilepas. Selain ada tambahan family baru, di sumah juga ketambahan orang baru, yaitu asisten rumah tangga. Dalam tiga bulan saja saya sudah berganti asisten rumah tangga dua kali. Alesan si mbaknya pulang sih katanya anaknya nggak ada yang ngurusin karena uwaknya tempat si mbak nitip anaknya sakit stroke. yah, entah bener entah bohong sih. Cuma kesal saja karena katanya dia berjanji mau kembali kerja di rumah tapi nyatanya enggak. Trus yang kedua saya dapat embak lagi. yah kita lihat saja berapa lama bertahannya. Urusan asisten rumah tangga ini emang gampang-gampang susah sih. Ibu-ibu di kantor saja masalahnya nggak jauh-jauh dari masalah embaknya pulang. huftt...


7 Juli 2016

Hadiah Lebaran

Alhamdulillah di lebaran tahun ini kami sekeluarga mendapatkan hadiah yang luar biasa. Yaitu seorang anak laki-laki tampan yang dilahirkan empat hari sebelum lebaran. Awal mulanya, saya berencana untuk melahirkan secara cesar setelah lebaran. Namun ternyata dokter tempat saya rutin memeriksa kandungan akan cuti pada hari lebaran sampai sepuluh hari setelahnya. Kalau sampai menunggu dia selesai cuti, waktunya terlalu pas-pasan yaitu 40 minggu. Takut terjadi apa-apa ketika dokternya cuti. Memang sih ada banyak dokter lain yang pasti stand by untuk urusan itu, namun dokter perempuan hanya ada satu. Rasanya kurang sreg aja kalau ditangani oleh dokter laki-laki. Karena perawat yang menangani operasi rata-rata sudah laki-laki. yah, paling nggak kan ada perempuannya gitu waktu operasi nanti. Akhirnya pada saat terakhir kontrol saya dan suami memutuskan untuk operasi pada hari Sabtu tanggal 2 Juli nanti. 
Dan pada tanggal 2 Juli, saya sudah memulai puasa dan mengurus segala macam untuk keperluan operasi pada hari itu. Belum tau kapan operasinya akan dimulai. Ketika pukul 2 siang, saya mulai memasuki ruang VK untuk persiapan menuju ruang operasi. Dan setelah bergantian dengan pasien lainnya, saya akhirnya menjadi pasien terakhir untuk operasi pada hari itu. Karena ada pasien-pasien lainnya yang bersifat darurat dan harus didahulukan.
Alhamdulillah pada jam 21.40 malam lahirlah seorang bayi laki-laki dengan berat badan 3 kg dan panjang badan 48 cm. Bayi mungil itu kami beri nama Hamizan Muhammad Alkhalifi dan nama panggilannya Izan. Jujur saja saya dan suami baru menemukan nama itu tadi pagi. haha.. masih mending sih, daripada Askar dulu waktu sudah lahir masih bingung menentukan nama. Yah urusan memberi nama bayi ini memang gampang-gampang susah. Kalau dilihat-lihat wajahnya mirip Askar tetapi lebih chubby dan matanya sepertinya lebih besar.





Alhamdulillah dedek Izan lahir sehat, namun keesokan paginya seperti ada darah yang keluar dari mulut dedek. Akhirnya dedek harus menginap terpisah deh dari ayah dan bundanya, karena dedek harus diobservasi keadaannya di ruang perina. Sedih rasanya karena dedek harus puasa dulu, belum bisa minum ASI langsung dari bunda. Tapi di hari kedua dedek sudah boleh minum ASI karena tidak ada muntahan berwarna coklat lagi, walaupun dedek harus minum lewat selang. Jadi tiap 3 jam sekali, suami saya mengantarkan asi yang saya perah untuk diminumkan ke dedek. Dan di hari ketiga, saat yang mendebarkan waktu menunggu keputusan dedek udah bisa pulang bareng bundanya atau belum. Soalnya besok kan lebaran, masa' adek di rumah sakit sendirian. Alhamdulillah, adek udah bisa pulang ke rumah bareng bunda. kemungkinan muntah darah itu karena ada darah  yang tertelan waktu operasi, bukan karena ada infeksi di dalam perut. Jadi deh besok kami berlebaran dengan anggota baru. Kebetulan waktu kami pulang dari rumah sakit bertepatan dengan ulang tahun Askar. Jadi saya dan suami beli kue ulang tahun dulu di Rati Rati Pantai Indah Kapuk sebelum pulang ke rumah. dan dipotong pada keesokan harinya waktu lebaran.






Selamat ulang tahun Askar, anak kesayangan ayah dan bunda. Semoga dengan bertambahnya umur, Askar selalu dalam lindungan Allah, selalu diberikan kesehatan, makin bertambah pintar. Terima kasih sudah menambah keceriaan hidup ayah dan bunda selama dua tahun ini dengan tingkahnya yang lucu, bikin kesel, nyenengin, pokoknya campur-campur deh.  Selamat Hari Raya Idul Fitri juga buat semuanya. Maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan di tahun depan.


30 Mei 2016

Akhir bulan Mei kemarin, saya dan keluarga pergi ke kawasan Cisarua Bogor. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Safari. Setelah bermacet-macetan di jalan, akhirnya tengah hari kami sampai juga di sana. Di sana tidak terlalu banyak mengambil foto kami rasanya sudah lelah berlama-lama di jalan. Lucu saja melihat ekspresi Askar melihat-lihat hewan dan memberi makan hewan dari dalam mobil. Setelah itu kami melanjutkan menonton pertunjukan singa laut.


Sepulangnya dari Taman Safari kami langsung menuju penginapan. Kami sudah memesan penginapan lewat agoda yaitu Alfa Resort yang letaknya kurang lebih 3 km dari jalan utama masuk Taman Safari. Harga penginapan ini cukup murah, kurang lebih satu jutaan saja. Terdiri dari 3 kamar, living room, 2 kamar mandi dan dapur. Kami menambah extra bed 1 buah dengan membayar biaya tambahan 150 ribu rupiah (sudah termasuk tambahan voucher makan pagi). Banyak jenis villa yang ada di resort ini. Ada yang 3 kamar, 4 kamar maupun yang villa kamar. Fasilitas yang ada di sini pun cukup lengkap, ada indoor playground dan outdoor playground buat anak-anak, ada kolam renang walaupun nggak ada yang berani berenang karena airnya sangat dingin, ada juga kuda bagi yang ingin berkuda mengelilingi resort. Menu makan pagi di restaurannya pun sangat banyak dan enak-enak. Walaupun belum termasuk kategori resort mewah, saya rasa resort ini cukup memuaskan dari segi harga dan kualitasnya. 






Kami menginap di sini hanya satu malam. Keesokan harinya kami pulang ke Jakarta. Di perjalanan kami menyempatkan untuk membeli oleh-oleh dan makan di Cimory Riverside. Karena sedang akhir pekan, dan minggu depan sudah masuk bulan Ramadhan, situasi di Cimory ramaaiii sekali. Dari tempat parkiran yang sangat luas itu saja sudah penuh sesak. Belum lagi waktu mau mencari tempat duduk, harus waiting list dalam waktu yang lumayan lama. Tapi terbayarkan dengan makanan yang cukup enak dan pemandangan yang indah. 


Begitulah perjalanan keluarga kami sebelum memasuki bulan Ramadhan, dan buat saya sebelum melahirkan. Karena usia kandungan saya sudah memasuki 8 bulan. Perkiraan mungkin akan melahirkan pada akhir bulan Ramadhan.